Kolase gambar yang dikumpulkan dari Qura dan Facebook

Viral Dulu Baru Beraksi

Andre | Hukum | 07-12-2021

PARBOABOA - Awal penghujung tahun 2021 jagat media sosial dihebohkan dengan tragedi kematian seorang mahasiswi bernama Novia Widyasari.

Peristiwa ini menyita perhatian publik lantaran melibatkan RB, kekasih korban sekaligus lelaki yang menyandang status sebagai ‘pelayan negara’, tepatnya anggota kepolisian. Ya lagi-lagi oknum polisi.

Bahasan kali ini berisi semua informasi terkait kasus bunuh diri Novia Widyasari yang dibalut dengan sejumlah kasus yang baru diusut setelah viral.

Tragedi kematian mahasiswi bunuh diri ini cukup menyita perhatian publik. Itu karena Almarhumah kerap membagikan curhatan pilunya di sosial media sebelum mengakhiri hidupnya.

Bahkan seorang Anggota DPR Komisi III Fraksi Partai Demokrat, Hinca Panjaitan menyayangkan kasus bunuh diri Novia Widyasari terjadi dilatarbelakangi oleh kelakuan seorang oknum polisi.

Ia berpendapat bahwa kemarahan publik itu wajar jika ada kasus yang melibatkan seorang oknum kepolisian.

Hinca juga mengaku heran dengan aparat kepolisian di tingkat daerah yang harus melibatkan Kapolri dengan sejumlah kasus yang semestinya bisa diselesaikan di tingkat Polda dan Polres.

“Saya tidak habis pikir, mengapa sejumlah kasus di tanah air ini, harus melewati jalur viral dulu, baru aksi kemudian," kata Hinca dikutip dari fincoid, Senin (06/12/2021).

Seperti yang sudah banyak diberitakan sebelumnya, bahwa seorang wanita muda ditemukan tewas di sebelah tanah makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Kamis (02/12/2021).

Kematian Novia Widyasari disebabkan oleh depresi berat yang dialaminya dan kemudian memutuskan mengakhiri hidupnya dengan meneguk minuman manis yang dicampur dengan potasium sianida.

Yang miris dari kisah ini adalah korban secara tidak langsung dibunuh oleh pacar, keluarga pacar, keluarga sendiri dan lingkungannya. Berikut kronologi kasus bunuh diri Novia Widyasari.

Awal Mula Kasus

Kasus ini terkuak hingga menjadi sorotan publik berawal dari thread oleh akun Twitter @belawsz yang mengungkapkan kronologi penyebab utama korban mengakhiri hidup.

Thread tersebut menceritakan kejadian awal korban yang dibawa ke penginapan oleh sang pacar bernama Randy, yang kemudian diperkosa setelah memaksa korban menelan pil tidur.

Setelah empat bulan, korban menyadari dirinya hamil dan langsung melapor kepada Randy. Namun reaksi yang didapatkan justru mengecewakan, yang mana Randy (pelaku) malah membujuk korban untuk melakukan aborsi.

Bujukan tersebut langsung ditolak oleh korban. Randy sempat menghilang dan tak ada kabar, hingga membuat wanita berusia 23 tahun ini melaporkan bahwa ia hamil kepada orangtua Randy. 

Berikut kronologi lengkapnya yang berhasil discreenshot oleh sebuah akun Twitter @kadalbaek.

Tangkapan layar (@kadalbaek)
Tangkapan layar (@kadalbaek)

Setelah Viral Baru Diproses

Sub judul ini merupakan keluh kesah netizen yang mengomentari kinerja pihak kepolisian yang dinilai lambat dalam memproses sebuah kasus.

Tidak menyalahkan sebuah instansi, namun sering menjadi pertanyaan tentang mengapa Polisi yang notabene nya sebagai penegak hukum, pelindung dan pengayom masyarakat ini kerap kali pilih bulu dalam hal memproses perkara.

Kasus ini awalnya dianggap berjalan lambat dan terkesan kurang mendapat respon yang baik dari kepolisian setempat.

Apakah karena pelaku merupakan oknum polisi dan bertugas sebagai sopir Kapolres?

Setelah netizen memviralkan, barulah Polda Jawa Timur langsung turun tangan dan menetapkan Randy sebagai tersangka kasus aborsi.

Sebagaimana yang terpantau di Twitter, netizen juga terlihat mengapresiasi langkah sigap yang dilakukan Polri dalam menangani kasus tersebut.

Namun, tak sedikit pula netizen yang mengutarakan kekecewaan mereka terhadap Polri lantaran baru bergerak cepat setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di jagat media sosial.

“Mengapa dan apakah harus viral di medsos dulu? Jika tidak viral saya rasa mungkin memang rada percuma lapor polisi seperti kebanyakan yg di ungkapkan netizen,” tulis muhammadtamyiiz menanggapi soal penanganan RB dalam postingan Instagram @divisihumaspolri.

Sempat melapor ke Propam

Beberapa Tanda Pagar (tagar) di sosial media Twitter seperti #SAVENOVIAWIDYASARI, #PENJARAKANRANDY hingga #percumalaporpolisi bermunculan dan naik ke permukaan top trending.

Tagar #percumalaporpolisi muncul akibat spontanitas netizen dalam bersosial media menyikapi tragedi kematian Novia yang sebelumnya sempat melapor ke pihak kepolisian namun tidak ada tindakan.

Sekedar informasi, Novia memiliki dua akun Quora. Akun yang pertama adalah Novia Widyasari Rahayu. Sementara akun keduanya yaitu Aulia Diarmara Putri R. Nama yang ada yang ada pada akun kedua tersebut dikabarkan persiapan sebagai nama calon bayi yang ada di kandungannya.

Tangkapan layar

Sayangnya, Polri membantah pernah menolak laporan Novia terhadap Bripda Randy (pelaku).

"Tidak ada laporan atau pengaduan ke Propam, baik di Polres maupun di Polda," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan seperti yang dikutip dari news.detik, Senin (6/12/2021).

Hal tersebut sontak menuai reaksi geram dari netizen terkait penyampaian tersebut yang berbeda dengan bukti curhatan korban di sosial media sebelum meninggal.

Tangkapan layar

#Diperkosa

Tagar #Diperkosa sempat ramai menjadi trending di sosial media Twitter pada Senin (06/12/2021) pagi. Tagar ini muncul meyikapi pers yang dirilis oleh akun Twitter @Divhumas_polri yang tak sedikitpun menyinggung perihal kata “diperkosa”.

"Setelah resmi berpacaran mereka melakukan suatu perbuatan seperti layaknya suami istri dan berlangsung sejak tahun 2020 sampai 2021," ungkap Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo saat konferensi pers di Mapolres Mojokerto, Sabtu (4/12), seperti yang dikutip dari akun Twitter @DivHumas_Polri (kini sudah dihapus entah apa pun alasannya).

Kata “resmi berpacaran” dan “melakukan perbuatan seperti layaknya suami istri” ini sontak membuat warganet riuh dan mengecam diksi tersebut.

Statement tersebut dinilai hanya berdasarkan satu pihak (pelaku) dan terlambat mengusut tuntas kasus ini lantaran korban sudah meninggal dan tidak bisa dimintai keterangan.

“Statement ini statement sepihak, curhatan korban yang bilang dia diperkosa ga digubris. Sekarang korban udah ga bisa ditanya karena kalian terlambat urus kasus ini. Jadi perempuan korban kekerasan seksual di negara ini memang kasihan, selalu dianggap menikmati hubungan paksa,” cuit @arshaan.

Netizen menilai Polisi tidak memerhatikan dugaan terjadinya pemerkosaan yang dilakukan Randy (tersangka) terhadap korban.

Apabila unsur pemerkosaan tersebut memang tidak dapat dibuktikan secara hukum, paling tidak ungkapkan secara terbuka ke hadapan publik.

Mempertanyakan hal-hal sensitif

Dalam akun keduanya, Novia kerap curhat mengenai keadaan hidupnya yang kian menyedihkan, diekspresikan dengan bahasa yang menyayat hati.

Bahkan ia sering mengajukan pertanyaan yang merujuk tentang bagaimana cara mengakhiri hidup.

Tangkapan layar

Tercatat, Almarhumah terakhir kali aktif bersosial media pada 1 Desember.

Bulan November mungkin adalah bulan yang cukup berat bagi Novia semenjak mengugurkan kandungannya pada Agustus yang lalu.

Hal itu disampaikan Almarhumah dengan menulis dan mengunggah foto tentang bagaimana dirinya berada dalam titik terendah, sempat dibawa ke rumah sakit jiwa, menceritakan keburukan keluarga (pamannya) yang tak sedikipun memberi dukungan dan bahkan mengancam akan membunuhnya, hingga akhirnya tak lagi aktif dan dikabarkan telah meninggal dunia.

Melakukan 2 kali aborsi

Dikutip dari CNN, setelah pelaku ditahan, polisi menyebutkan bahwa korban sudah dua kali dipaksa untuk melakukan aborsi.

Peristiwa pertama terjadi di Malang pada Maret 2020 saat usia kandungan masih hitungan minggu. Lalu kejadian kedua terjadi pada Agustus 2021 saat usia kandunganya berumur 4 bulan, kala itu pelaku membeli obat aborsi seharga Rp1,5 juta di apotek sekitaran Malang yang kemudian meyuruh paksa korban untuk menelannya.

Akibat kejadian itu, korban mengalami pendarahan di tengah perjalanan pulang ke Mojokerto. Dua hari setelah itu, korban mengalami drop dan sempat opname di salah satu rumah sakit, bahkan sempat berada dalam kondisi kritis.

Dicap buruk oleh lingkungan

Depresi yang dialami korban bersumber dari aborsi yang sudah pernah dialaminya pertama kali yang kemudian dilanjut dengan kedua kalinya. Terlebih kejadian kedua ini terjadi saat Almh.Novia baru saja kehilangan sosok ayah yang semakin membuatnya semakin terpukul.

Terutama tekanan yang ia dapatkan setelah aborsi kedua bukan hanya dari orangtua kekasihnya, melainkan dari keluarganya sendiri yakni pamannya yang mengancam akan membunuhnya. Selain itu, lingkungan pendidikan juga menjadi salah satu bibit depresi yang dialami Almarhumah.

Seorang narasumber yang tak ingin disebutkan namanya, berasal dari lingkungan kampus yang sama dengan korban. Ia mengungkapkan bahwa Almarhumah sudah dipandang sebelah mata oleh lingkungan kampus terkait kasus aborsi pertamanya yang sudah diketahui pihak kampus.

Terlebih aborsi yang kedua ini, korban sama sekali tidak punya teman untuk berbagi cerita, yang ada malah dikatain bodoh.

Tangkapan layar curhatan korban di forum tanya jawab Quora

Seharusnya dalam jangka waktu seperti itulah seseorang yang didiagnosa menderita Depresi Mayor wajib mendapatkan dukungan dari keluarga ataupun kerabat terdekat.

Dari tragedi Novia ini, banyak pelajaran berharga yang bisa diambil, seperti tentang bagaimana penyakit mental itu harus ditangani dengan baik dan efek bahaya dari tindakan aborsi.

Curhatan Pilu Novia

Tentang apa yang membuatnya menangis sedih.

Screenshot (Quora)

Cerita sosok ibu yang mengasihinya.

Tangkapan layar (Quora)

Kekecewaan yang mendalam terhadap keluarga yang seharusnya memberi dukungan.

Keluh kesah Almarhumah terhadap keluarga

Sosok Ayah adalah cinta pertama setiap perempuan di bumi, begitu pun dengan Novia.

Beberapa kasus yang viral dan baru ditangani kembali

Terlepas dari tragedi Novia, tagar #percumalaporpolisi sebelumnya juga sudah pernah naik di sosial media Twitter. Yang kemudian ada beberapa kasus kembali diproses setelah viral beberapa waktu lalu, seperti:

1. Pedagang perempuan di Medan yang dianiaya oleh preman tetapi malah ditetapkan sebagai tersangka.

2. Kasus seorang ayah yang dituding melakukan pemerkosaan kepada 3 anaknya kembali diusut setelah sempat diberhentikan oleh polisi karena dinilai tidak memiliki cukup bukti.

3. Pegawai KPI melaporkan ulang kasus pelecehan seksual yang dialaminya, saat sebelumnya sempat tidak ditanggapi serius oleh pihak kepolisian.

4. Belum lama ini, kisah netizen Twitter bernama akun @arlinath yang mengaku kehilangan adik laki-lakinya selama lebih dari lima tahun viral. Dia dan keluarga telah melaporkannya ke pihak berwajib serta mencari sang adik kemana-mana, namun tak kunjung membuahkan hasil. Keluarganya sempat menyerah karena kondisi adiknya tunawiara dan tak tahu pergi kemana.

Namun setelah curhat di Twitter pada Selasa 12 Oktober, adiknya yang sudah lebih dari lima tahun menghilang akhirnya ketemu. Bocah tersebut ditemukan oleh pemilik akun @Puji6781478.

Itulah beberapa kasus yang kembali diusut setelah viral di sosial media, terutama kasus yang menjadi sorotan baru-baru ini yakni tragedi Novia Widyasari, seorang mahasiswi yang ditemukan tewas di sebelah makam ayahnya.

Tag : #novia widyasari    #mahasiswi bunuh diri    #randy bagus    #perkosaan    #mahasiswi meminum racun    #polisi   

Baca Juga