Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan Sinaga (Dok. Tim Parboaboa)

Angka Kemiskinan di Simalungun Meningkat, DPRD: Butuh Strategi Konkrit

Olivia | Daerah | 12-08-2022

PARBOABOA, Simalungun – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan di Kabupaten Simalungun mencapai 7.699 orang pada 2021, angka itu meningkat dibanding 2020 yang sebanyak 7.633 orang.

Bupati Simalungun, Radiapoh Hasiholan saat dikonfirmasi Parboaboa upaya apa yang dilakukan dalam menurunkan angka kemiskinan justru bersikukuh jika jumlahnya tidak naik. 

"Dari mana datanya, sekarang kan sudah menurun," ucap Radiapoh saat diwawancarai usai rapat Paripurna di gedung DPRD Kabupaten Simalungun di Pamatang Raya, Jumat (12/08) siang.

Radiapoh menyebut, jika sudah banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Simalungun dalam mengentaskan kemiskinan. 

"Dari mana datanya, iya, ambil dulu datanya. Pelayanan juga sekarang sudah belah dua, pelayanan publik merupakan E-KTP kan sudah mulai dirasakan masyarakat, demikian juga BPJS juga sudah berikan bantuan dari pemerintah kabupaten Simalungun," jelasnya. 

"Itulah yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, iya disamping juga dengan ha-hal yang lain. Kita lihat juga Simalungun sudah jadi kabupaten layak anak, artinya kita didukung oleh anggaran-angaran dari pemerintahan terkait untuk peningkatan stunting, atau perbaikan gizi, atau pelayanan pembimbingan di sektor kesehatan," katanya lagi menjelaskan.

Butuh Strategi  

Anggota Komisi III DPRD Simalungun, Bernhad Damanik menyebut belum ada strategi konkrit pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan masyarakat.

"Kita berharap agar pemerintah bisa memberi dorongan ke masyarakat untuk bisa berbuat dan keluar dari kemiskinan. Dan memberikan informasi ke masyarakat cara keluar dari kemiskinan, dan sampai saat ini hal itu belum terlaksana," katanya. 

"Karena sesuai dengan informasi dari dinas sosial belum ada gerakan-gerakan mereka menolong masyarakat untuk keluar dari garis kemiskinan." kata Damanik lagi.

Bernad mencontohkan, jika upaya penanggulangan kemiskinan tidak bisa dengan pemberian bantuan saja, karena itu sifatnya berbentuk sementara. 

"Pendataan sudah dilakukan dinas sosial karena mereka yang berwenang. Kami sudah memberikan masukan dan pemerintahan daerah juga sudah berupaya maksimal menurunkan angka kemiskinan. Walau saat ini angka kemiskinan di Simalungun masih kategorikan tinggi, tapi kita melihat ada upaya pemerintah memberikan bantuan," ucapnya.

Tag : #Kemiskinan    #Stunting    #Daerah    #DPRD    #Badan Pusat Statistik    #Kabupaten Simalungun    #Sumatera Utara   

Baca Juga