Kejurcab Taekwondo Walikota Cup di Pematang Siantar (Foto: Rony Saragih)

Walikota Cup 2022 Siantar, Peserta Kecewa

Patrick | Daerah | 24-09-2022

PARBOABOA, Pematang Siantar - Walikota Cup Pematang Siantar 2022 berbuntut kekecewaan. Sebagian peserta di Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Olahraga Taekwondo yang mengikuti perlombaan dan menang harus pulang dengan tangan kosong, tanpa menerima piagam, sementara medali yang diterima dinilai berkualitas buruk.

Pelatih Dojang Rhussel Taekwondo Community (RTC) di Pematang Siantar, Hafizh mengatakan, ada 11 anak yang mengikuti ajang Walikota Cup 2022 dan semuanya lolos sebagai pemenang, tapi dari keseluruhannya tidak ada satupun yang menerima piagam penghargaan dari penyelenggara.

“Saya sendiri cukup kecewa ya terkait masalah pembagian piagam penghargaan yang tidak kami dapatkan pada saat itu, padahal banyak anak-anak yang berprestasi dari dojang saya,”ucap Hafizh.

Saat ditanya apa alasan penyelenggara tidak memberikan, Hafizh yang sudah bertanya mengatakan jika piagam khusus diberikan ke senior. “Ketika kami tanya kenapa belum mendapat, panitia mengatakan yang senior diutamakan terlebih dahulu.

"Padahal dari Dojang Takewondo saya, semuanya masih anak-anak dan terbilang senior,” kata Hafizh, Sabtu, (24/09).

Kekecewaan juga dialami pelatih dojang lainnya, yakni Rahmat dari Taekwondo Akademi (RTA). Anak didiknya yang berpatisipasi Walikota Cup Pematang Siantar 2022 ada 10 orang dan menang. Dia tidak hanya kecewa pada piagam yang tidak dibagikan, namun juga ke kualitas medali yang diterima buruk.

“Pembagian piagamnya sangat berantakan dan medalinya itu buruk sekali seperti dari plastik”, ucap Rahmat.

Rahmat menjelaskan Ia mengikutsertakan 10 anak dari Dojang Taekwondonya, yakni sembilan memperoleh medali emas dan satu medali perak. “Namun 2 anak tidak mendapatkan piagam penghargaan,” ucap rahmat.

Perihal ini, konfirmasi dilakukan ke panitia penyelenggara sekaligus Sekretaris dan Koordinator Taekwondo Pematang Siantar, Roni JW Saragih. Dia menjelaskan mengenai peserta yang tidak menerima piagam adalah kesengajaan. Alasannya akan diberikan bertahap. 

Roni mengatakan, jika perihal itu sudah diberitahukan ke masing-masing dojang lewat pertemuan dari undangan teknis pembagian teknis piagam dan medali, namun dia mengaku banyak dojang tidak hadir.

“Sebenarnya ini adalah kesalahpahaman dari pihak dojang yang berpartisipasi,” katanya.

Roni menjelaskan ada 184 peserta cabang olahraga Taekwondo yang terdiri dari delapan dojang di seluruh kota Pematang Siantar. Pada saat pembicaraan teknis pembagian piagam dan medali, sudah dijelaskan bahwa pembagian medalinya hanya sebagian dan sisanya diberikan beberapa minggu setelah acara selesai.

“Pembagian piagam dan medali yang dilaksanakan hanya sebagai simbolis, makanya hanya sebagian dan sisanya kami rencanakan diberikan minggu depan,” ucap Roni.

Roni menjelaskan kegiatan ini sudah berlangsung pada pertengahan Agustus 2022, namun untuk pengumuman dan pemberian piagam dan medali baru diselenggarakan, Jumat (23/09/2022). Roni selaku panita mengatakan harapannya agar kegiatan seperti serupa berlangsung rutin setiap tahun dan berjanji akan memperbaiki dengan penyelenggaraan yang maksimal tanpa minus.

“Kedepan akan ditingkatkanlagi pendataan dan teknis kegiatan agar tidak ada selisih paham antara panita dan pihak dojang,” ucap Roni.

Tag : #walikota cup    #pematang siantar    #daerah    #taekwondo    #dojang    #piagam penghargaan    #medali   

Baca Juga