Krisis Energi Menghadang, Wakil Menteri di Ukraina Ditangkap karena Terima Suap untuk Naikkan Harga Generator Listrik

Rini | Internasional | 24-01-2023

Biro Anti-korupsi Nasional Ukraina (National Anti-Corruption Bureau of Ukraine/NABU) menangkap Wakil Menteri Pembangunan Masyarakat, Daerah, dan Infrastruktur Ukraina, Vasyl Lozynkiy karena menerima suap senilai 400 ribu Dolar Amerika Serikat. (Foto: NABU)

PARBOABOA, Jakarta - Wakil Menteri Pembangunan Masyarakat, Daerah, dan Infrastruktur Ukraina, Vasyl Lozynkiy dipecat usai tertangkap tangan menerima suap senilai 400 ribu Dolar Amerika Serikat atau setara Rp6 miliar.

Lozynkiy dipecat pada Minggu (22/01/2023), setelah Biro Anti-korupsi Nasional Ukraina (National Anti-Corruption Bureau of Ukraine/NABU) menangkapnya pada Sabtu kemarin. Dia dituduh menerima suap untuk menyetujui pembelian peralatan dan generator listrik dengan harga yang dinaikkan.

"Detektif menahan dia ketika menerima USD400 ribu," demikian pernyataan di situs resmi NABU, dikutip Selasa (24/01/2023).

Tindakan korupsi yang dilakukan Vasyl Lozynkiy ini terjadi di saat Ukraina mencoba bertahan dari gempuran Rusia yang berlangsung hampir setahun belakangan. Kerusakan parah infrastruktur energi di negara tersebut, membuat peralatan untuk alternatif lampu, mesin penghangat, dan air bagi sangat dibutuhkan untuk bertahan di tengah musim dingin.

“Pada musim panas 2022, Kabinet Menteri mengalokasikan 1,68 miliar Hryvnia Ukraina untuk pembelian peralatan pembangkit listrik yang diperlukan untuk melewati periode musim dingin saat menghadapi kehancuran infrastruktur yang kritis,” lanjut pernyataan NABU tersebut.

Selain itu, media lokal Ukraina memberitakan, kementerian pertahanan mereka diduga menandatangani kontrak untuk melambungkan harga pangan dua sampai tiga kali lebih tinggi dari harga bahan makanan pokok saat ini.

Media ZN.UA mengatakan,  telur yang harganya sekitar 0,19 dolar AS di toko, dikontrak untuk 0,46 dolar AS, kentang diperjualbelikan dengan harga eceran lebih dari dua kali lipat.

Kementerian Pertahanan telah buka suara dan membantah kabar tersebut. Dalam pernyataan resmi kementerian mengaku membeli produk yang relevan sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh hukum. Namun penyelidikan tetap akan dilakukan untuk mengetahui kebenaran atas berita tersebut.  

Tag : #ukraina    #korupsi    #internasional    #krisis energi   

Baca Juga