Kantor Toyota di Jepang.

Toyota Sebut Era Kendaraan Listrik Berpotensi Jutaan Orang Kehilangan Pekerjaan

Maraden | Otomotif | 16-12-2021

PARBOABOA – Pabrikan otomotif raksasa asal Jepang menyebut era mobil listrik secara global tidak bisa terlalu dipaksakan. Menurut pihak Toyota, kampanye penggunaan kendaraan listrik dengan tujuan utama menurunkan kandungan karbon di udara, berbeda-beda kebutuhannya di setiap negara.

Chief Executive Toyota Motor Corporation (TMC) Akio Toyoda mengatakan bahwa penggunaan atas kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) tidak bisa buru buru dan dipaksakan.

Hal itu karena kebutuhan akan kendaraan beremisi rendah di setiap wilayah atau negara berbeda-beda, tergantung kondisi infrastruktur, cuaca, ketersediaan energi, juga kebijakan lainnya.

Namun yang lebih parah lagi, Akio menyebut implementasi era elektrifikasi yang ceroboh akan menimbulkan potensi buruk di berbagai lini seperti hilangnya kesempatan kerja juataan orang yang bekerja di sektor suku cadang kendaraan.

"Jika semuanya menjadi BEV, 1 juta orang kan kehilangan pekerjaan di Jepang," kata Akio pada konferensi virtual, Selasa (14/12/2021).

Sebab, lanjut dia bila ada trend yang tajam ke era kendaraan listrik, maka sedikitnya 1 juta dari 5,5 juta orang yang berkerja di industri suku cadang kendaraan akan kehilangan mata pencarian.

Oleh karena itu, sebut Akio, perusahaan akan mengadopsi strategi perluasan cangkupan kendaraan ramah lingkungan yang salah satunya mengadopsi teknologi hybrid vehicle dan Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV).

Lebih lanjut, Akio menyebut kendaraan listrik secara umum dapat dipisahkan kedalam dua kategori sesuai energi yang digunaan.

Kategori pertama adalah carbon-reducting vehicle, yaitu jenis kendaraan elektrifikasi yang masih menggunakan mesin pembakaran internal (ICE), yang mana walaupun masih memiliki emisi, tetapi tingkatnya tidak lebih besar dibanding mobil konvensional murni.

Contoh jenis kendaraan carbon-reducting vehicle ini ialah mobil hybrid vehicle, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan FCEV.

Sedangkan katergori kedua ialah carbon neutral vehicle yang murni mengandalkan energi listrik dari baterai sebagai sumber tenaganya. Contohnya seperti BEV atau hidrogen vehicle. Katergori ini disebut juga kendaraan listrik murni yang sama sekali tidak menimbulkan gas buang alias nol emisi.

Tag : #toyota    #kendaraan listrik    #emisi karbon    #elektrifikasi    #fcev    #bev    #phev   

Baca Juga