Gambar Sumpah Pemuda (Foto: Stkip Cirebon)

Sejarah Sumpah Pemuda, Struktur Organisasi, Isi, Maknanya

Faulan | Pendidikan | 05-10-2022

PARBOABOA - Hari sumpah pemuda jatuh pada tanggal 28 Oktober 1928. Ini membuktikan bahwa perjuangan pemuda untuk kemerdekaan telah terjadi sebelum Proklamasi Kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sumpah Pemuda adalah gerakan yang dipimpin oleh pemuda-pemudi Indonesia yang memproklamirkan ikrar satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.

Sejarah Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda lahir pada Kongres Pemuda II yang digagas oleh Persatuan Pelajar-pelajar Indonesia (PPPI) dan dihadiri oleh organisasi kepemudaan.

Pertemuan ini diadakan di tiga gedung, dengan tiga pertemuan terpisah untuk mengembangkan sumpah pemuda.

1. Rapat Pertama (27 Oktober 1928)

Pertemuan pertama ini dilaksanakan di gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) di Lapangan Banteng. Soegondo berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan di kalangan anak muda.

2. Rapat Kedua (28 Oktober 1928)

Pertemuan kedua dilaksanakan di Gedung Oost-Java Bioscoop dan pembahasan utama adalah dengan topik pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, sepakat bahwa semua anak harus mengenyam pendidikan nasional.

Selain itu, semua anak harus dibesarkan secara demokratis dan harus ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah.

3. Rapat Ketiga (28 Oktober 1928)

Pertemuan ketiga diadakan di Gedung Keramat Indonesia Clubhouse, yang sekarang diabadikan sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Dalam sesi ini, Soenario memaparkan pentingnya nasionalisme dan demokrasi bersama dengan gerakan kepanduan.

Struktur Panitia Kongres Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda II diadakan pada tanggal 27-28 Oktober 1928 di Weltevreden oleh panitia dengan susunan sebagai berikut.

  • Ketua: Soegondo Djojopoespito
  • Wakil Ketua: R.M. Djoko Marsaid
  • Sekretaris: Muhammad Yamin
  • Bendahara: Amir Sjarifuddin
  • Pembantu I: Djohan Mohammad Tjaja
  • Pembantu II: R. Katja Soengkana
  • Pembantu III: R. C. L. Senduk
  • Pembantu IV: Johannes Leimena
  • Pembantu V: Rochjani Soe’oed

Isi Teks Sumpah Pemuda 1928

Berikut isi teks dari kongres sumpah pemuda II yang diadakan pada tanggal 28 Oktober 1928.

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Makna Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda memiliki sejarah dan tujuan yang sakral bagi bangsa Indonesia. Sumpah Pemuda adalah tekad dan semangat pemuda Indonesia untuk mempertahankan kemerdekaan dari penjajahan. Berikut makna sumpah pemuda.

1. Menyatukan Perjuangan Bangsa Indonesia

Lahirnya Perjanjian Pemuda merupakan titik awal perjuangan pemuda. Saat itu para pemuda dan pemudi rela mengorbankan waktu, tenaga, pemikiran moral bahkan harta bendanya untuk mempersatukan bangsa Indonesia.

2. Menekankan Kebanggaan akan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu bangsa. Orang Indonesia menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang telah ditetapkan dalam Pasal 36 UUD 1945.

3. Menjaga Keutuhan Bangsa

Menjaga keutuhan bangsa adalah sesuatu yang harus dilakukan oleh masyarakat. Di zaman sekarang ini, perlu disampaikan pentingnya Sumpah Pemuda dalam pelajaran sejarah di sekolah-sekolah. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa nasionalisme di kalangan generasi muda.

 

Tag : #kongres    #pemuda    #pendidikan    #sejarah    #kemerdekaan    #perjuangan   

Baca Juga