Polisi mengumpulkan bukti-bukti di lokasi penembakan yang menewaskan enam orang di Sacramento, California, Amerika Serikat, pada Minggu dini hari atau Senin WIB. AP (Foto: Associated Press)

Penembakan di Sacramento Tewaskan 6 Orang

Dion | Internasional | 04-04-2022

PARBOABOA, Pematangsiantar - Dua orang bersenjata melepas tembakan secara membabi-buta pada Minggu pagi waktu setempat di Sacramento, Amerika Serikat, sehingga menewaskan enam orang. 

Dilansir kantor berita Associated Press, Senin (4/4/2022), korban tewas terdiri dari tiga pria dan tiga wanita, sementara 12 orang lainnya terluka, empat di antaranya kritis. 

Hingga berita ini diturunkan, kedua pelaku masih belum tertangkap. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti. 

"Kami meminta bantuan warga untuk membantu kami mengidentifikasi para pelaku," ujar Kepala Polisi Sacramento Kathy Lester. 

Otoritas setempat menemukan senjata curian di lokasi penembakan. Kamera pengawas polisi sempat merekam insiden pemukulan. 

Sementara, dari video yang beredar di media sosial memperlihatkan adegan adu mulut sebelum penembakan berlangsung di kota berpenduduk 525.000 jiwa itu. 

Namun begitu, para detektif masih berusaha mengurutkan kejadian sebelum terjadinya penembakan. 

Juru Bicara Kepolisian Sersan Zach Eaton mengatakan bahwa mereka "masih belum mengetahui jika pertengkaran itu menjadi pemicu insiden penembakan".

Seorang saksi mata, Kelsey Schar, yang menginap di lantai empat Citizen Hotel, mengaku mendengar suara tembakan dan kilatan cahaya di kegelapan. 

Ia kemudian mengintip melalui jendela dan "melihat seorang pria berlari dan melepas tembakan", kata Schar kepada Associated Press. 

Dalam video yang diunggah di Twitter menunjukkan sejumlah orang berlari di jalanan di tengah dentuman suara tembakan. 

Kejadian tersebut terjadi di distrik hiburan yang dipenuhi dengan restoran, bar, serta klub malam yang tutup pada pukul 02.00. Lazimnya, jalanan selalu ramai dengan orang-orang yang hendak pulang pada waktu itu. 

Kasus penembakan ini merupakan yang ketiga kalinya di Amerika Serikat yang menewaskan enam orang pada tahun ini saja, menurut data Associated Press. Dan ini juga merupakan penembakan massal kedua dalam lima pekan terakhir di Sacramento. 

Sebelumnya, pada 28 Februari, seorang ayah membunuh tiga putrinya dan pengasuh putri-putrinya, dan sebelum kemudian membunuh dirinya sendiri di dalam sebuah gereja. 

Pria bernama David Mora (39) itu memiliki senjata semi-otomatis buatan meski ia masih berstatus tahanan dan dilarang memiliki senjata api.

Tag : #kasus penembakan    #penembakan massal     #internasional    #senjata curian    #amerika serikat   

Baca Juga