Tumpukan sampah di aliran Sungai Ciliwung di bawah Jembatan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (21/01/2014) (Foto: KOMPAS.com/Kristanto Purnomo)

Pembangunan Sistem Saringan Sampah di Bantaran Kali Ciliwung, DLH: Tidak Semua Sampah Bisa Tersaring

Anna Aritonang | Metropolitan | 27-09-2022

PARBOABOA, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana membangun sistem saringan sampah di bantaran Kali Ciliwung. 

Kepala DLH DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan, ada dua saringan yang dipasang di lokasi nantinya. Untuk saringan pertama, sampah yang tersaring paling kecil berukuran 50 cm.

"Jadi memang masing-masing saringan itu kan ada lubangnya ya. Itu yang saringan yang pertama itu diatas 50 cm. Jadi semua sampah yang diatas 50 centimeter masuk ke saringan pertama," ujar Asep dalam keterangannya, Senin (26/09/2022).

Lalu untuk sampah yang tersaring akan dialirkan ke saringan kedua. Pada saringan kedua ukuran sampah yang bisa tersaring maksimal berukuran 20 cm.

"Saringan kedua, di atas antara 20 cm. Jadi yang nggak lolos saringan pertama masuk ke saringan kedua," ucapnya.

Kendati demikian, tidak semua sampah bisa tersaring pada prosesnya. Selain itu, jika memang terjadi sampah yang terlalu banyak dalam aliran sungai, maka saringan bisa diangkat untuk sementara.

Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan menjadi bendungan dan terjadi banjir atau luapan air yang membahayakan.

"Bisa diangkat saringannya. Ya kalau emergensi akan dilakukan seperti itu. Kalau emergensi, misalnya sampahnya sangat luar biasa melebihi dari kapasitas itu, sehingga menyebabkan efek bendung pada sungai, itu bisa kita lepas," katanya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan juga ikut datang mengunjungi langsung lokasi pembangunan saringan sampah itu. Ia menyebut, saringan sampah ini merupakan yang pertama kali dibuat di Indonesia.

"Ini adalah proyek pertama kali dan bahkan pertama kali di Indonesia ada penyaringan seperti ini. Nah kita lihat nanti seberapa efektif. Secara teoritik efektif ini, kita lihat di lapangan," ujar Anies di lokasi, Senin (26/09/2022).

Anies menyebut ide pembuatan saringan sampah ini bermula saat tahun 2018, ketika ia melihat penumpukan sampah luar biasa di Pintu Air Manggarai karena kenaikan volume air. Ia pun mempertanyakan mengapa tidak ada saringan sampah di perbatasan kali.

"Kemudian dibahas, didiskusikan, dan diputuskan untuk dilakukan pembangunan saringan sampah di tempat sebelum masuk pemukiman yang padat, kawasan yang lebih padat," tuturnya.

Tag : #dinas lingkungan hidup    #bantaran kali ciliwung    #metropolitan    #saringan sampah    #jakarta    #sampah jakarta   

Baca Juga