Istilah Istilah Baru pada Kurikulum Merdeka (Foto: Parboaboa/Felix)

Mengenal Istilah-Istilah Baru pada Kurikulum Merdeka

Juni | Pendidikan | 06-10-2022

PARBOABOA – Menteri Pendidikan , Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Nadiem Makarim meluncurkan Kurikulum Merdeka sejak beberapa waktu lalu. Dalam penerapannya, terdapat beberapa istilah baru yang perlu Anda ketahui.

Istilah populer ini harus diketahui agar tidak bingung saat menerapkan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan masing-masing.

Dilansir dari laman Akupintar, berikut dijelaskan beberapa istilah-istilah baru dalam Kurikulum Merdeka.

1. Capaian Pembelajaran (CP)

Capaian pembelajaran adalah istilah pengganti Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) dalam Kurikulum 2013 (Kurtilas). Dalam format Capaian Pembelajaran, tidak ditemukan lagi pemisah antara aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.

Keseluruhan aspek tersebut digabung dan diintegrasikan dalam satu paragraf utuh. Capaian pembelajaran dibentuk berdasarkan pembagian fase. Setiap fase mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi umum.

2. Modul Ajar (MA)

Modul ajar merupakan istilah pengganti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam Kurtilas. Sama seperti RPP, Modul Ajar juga dilengkapi dengan berbagai materi pembelajaran, lembar aktivitas siswa, dan asesmen untuk memastikan tercapainya tujuan pembelajaran siswa.

Ada dua jenis modul ajar Kurikulum Merdeka, yakni Modal Ajar Umum untuk proses pembelajaran yang diwajibkan bagi semua guru mata pelajaran dan Modul Ajar Khusus Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dikhususkan untuk mengembangkan projek Profil Pelajar Pancasila.

3. Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila merupakan istilah pengganti Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) pada Kurtilas. Pelajar pancasila merupakan perwujudan pelajar sepanjang hayat yang memiliki potensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

Enam ciri utamanya adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan TME, dan berahklak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

4. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) merupakan istilah pengganti silabus dalam Kurtilas. Istilah ini merujuk pada serangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis sesuai urutan pembelajaran sejak awal hingga akhir suatu fase.

ATP kemudian dijadikan sebagai panduan guru dan siswa demi Capaian Pembelajaran di akhir fase tersebut. Komponen Tujuan pembelajaran memuat tiga aspek, yakni kompetensi, konten, dan variasi.

Secara keseluruhan, alur tujuan pembelajaran menggambarkan tahapan perkembangan kompetensi antar fase dan jenjang pendidikan.

5. Teaching at the Right Level (TaRL)

Teaching at the Right Level (TaRL) adalah sebuah pendekatan belajar yang mengacu pada tingkatan capaian ataupun kemampuan peserta didik. TaRL dalam Kurikulum Merdeka mengacu pada tingkat kemampuan siswa.

6. Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP)

Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) diturunkan dari indikator asesmen suatu tujuan pembelajaran yang mencerminkan ketercapaian kompetensi pada tujuan pembelajaran tersebut.

KKTP berfungsi untuk merefleksikan proses pembelajaran dan mendiagnosis tingkat penguasaan kompetensi siswa. Dengan demikian, guru dapat memperbaiki proses pembelajaran dan memberikan intervensi pembelajaran yang sesuai.

7. Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan (KOSP)

Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan merupakan pengganti istilah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Kurikulum ini memuat semua rencana proses belajar yang diselenggarakan di satuan pendidikan.

Itulah tadi penjelasan tentang istilah-istilah baru dalam Kurikulum Merdeka yang penting untuk diketahui. Pemahaman istilah tersebut berguna untuk memudahkan implementasinya di satuan pendidikan masing-masing, khususnya bagi Anda yang berprofesi sebagai Guru Penggerak.

Tag : #kurikulum merdeka    #kemendikbudristek    #pendidikan    #nadiem makarim    #sistem pendidikan    #prinsip pembelajaran   

Baca Juga