ilustrasi kunci mobil immobilizer (Dok: gridoto.com)

Mengenal Fitur Immobilizer pada Mobil, Komponen, Cara Kerja, serta Kelebihannya

Dimas | Otomotif | 22-06-2022

PARBOABOA – Seiring perkembangan teknologi, para pabrikan mobil saat ini banyak menyematkan berbagai fitur canggih pada mobil keluaran terbaru. Salah satunya yakni fitur immobilizer.

Immobilizer sendiri adalah sistem kemanan pada mobil yang  menggunakan perantara gelombang radio sebagai identitas pada kunci mobil. Terdapat microchip unik yang ditanamkan pada kunci mobil sehingga setiap mobil memiliki kunci yang berbeda-beda, meskipun dengan tipe yang sama.

Saat mobil dinyalakan secara paksa menggunakan kunci kontak yang tidak sesuai, mesin tidak akan hidup. Bahkan, dengan pattern yang sama sekalipun mobil tidak akan menyala.

Oleh karena itu, fungsi sistem kemanan ini dinilai menjadi yang tertinggi untuk mencegah pencurian mobil lantaran sudah menggunakan sistem komputerisasi.

Fitur ini mulanya diciptakan ketika pencurian mobil di Eropa dan Amerika Serikat marak terjadi pada tahun 1990-an. Bahkan, tahun 1998  Inggris dan Wales mewajibkan setiap mobil dipasangi sistem immobilizer sebagai fitur keamanan mobil.

Komponen Imobilizer

Selain microchip, terdapat tiga komponen pada immobilizer yang saling bekerja sama untuk menciptakan hasil kerja yang maksimal. Di antaranya:

1. Transmitter

Transmitter merupakan komponen yang berfungsi untuk mengirim gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Gelombang radio ini akan digunakan untuk menuju ke bagian yang disebut control module.

2. Transponder

Transponder adalah komponen yang menerima sinyal gelombang radio yang dikirim ke control module oleh Transmitter untuk kemudian dilakukan identifikasi.

3. Theft Deterrent System

Komponen yang satu ini berguna untuk mengelola gelombang radio yang diterima sesuai dengan identifikasi yang dilakukan transponder. Theft Deterrent System kemudian akan mengatur apakah sistem harus mengaktifkan atau menonaktifkan bagian sirkuit sistem pengapian dan relay fuel pump.

Saat berada di tahap ini, kunci kontak sudah terhubung dan dikenali oleh ECU mobil (Engine Control Unit). Pengemudi pun bisa memutar kunci kontak ke posisi start engine untuk menghidupkan mesin.

Lantas, bagaimana cara kerja dari immobilizer sendiri?

Cara Kerja Immobilizer

Setelah mengetahui komponen-komponen yang terdapat pada immobilizer, Anda tentunya juga harus mengetahui bagaimana cara kerja dari fitur yang satu ini. adapun cara kerjanya, yaitu:

  • Pertama, ketika Anda memasukan kunci kontak ke lubang kunci, komponen transmitter yang terdapat dalam immobilizer akan langsung mengirimkan gelombang radio dengan frekuensi tertentu ke komponen theft deterrent system.
  • Kedua, transponder yang terdapat dalam theft deterrent system akan menerima dan mengidentifikasi gelombang radio tersebut. Jika frekuensi yang dikirimkan sesuai dan tidak terdapat tindakan yang mencurigakan, transponder akan mengirimkan data ke engine control module.
  • Ketiga, rangkaian sistem pengapian akan aktif sehingga dapat menghidupkan relay fuel pump. Ini artinya, kunci kontak sudah terhubung dan dikenali oleh ECU mobil sehingga pengemudi dapat memutar kunci kontak ke posisi start engine dan mesin mobil pun akan menyala.

Kelebihan Fitur Immobilizer

Tingkat keamanan yang tinggi adalah kelebihan dari mobil yang menggunakan sistem immobilizer. Dengan sistem ini, mobil hanya bisa dinyalakan dengan kunci asli yang didalamnya sudah tertanam microchip pengirim sinyal untuk menghidupkan mesin. Jadi, Anda bisa merasa lebih tenang ketika harus meninggalkan mobil di jarak yang cukup jauh dalam waktu lama.

Kekurangan Fitur Immobilizer

Meskipun dinilai memiliki sistem kemanan tertinggi, ternyata immobilizer juga memiliki beberapa kekurangan. Adapun beberapa kekurangannya, yakni:

1. Perbaikan Rumit dan Mahal

Jika sistem yang satu ini mengalami kerusakan, servis dan pembenaran kunci harus dilakukan dengan membongkar secara keseluruhan komponen dan mengadakan riset ulang kode.

Melakukan perbaikan ini tentu tidak dapat dilakukan sendiri, Anda wajib membawanya ke tempat servis mobil resmi atau ke temapat servis yang bisa mengangani permasalahan immobilizer.

Perbaikan sistem ini juga akan memakan biaya yang cukup besar. Biasanya biaya yang harus dikeluarkan berkisar Rp2 juta hingga Rp15 juta, tergantung dengan seberapa besar kerusakannya.

2. Modifikasi Mobil Mengganggu Sistem

Para pemilik mobil wajib berhati-hati ketika melakukan modifikasi pada mobil. Sebab, ini bisa membuat kelistrikan pada mobil Anda terganggu.

Ketika hal ini terjadi, tentu akan mengubah seluruh sistem yang ada pada mobil. Sehingga, seringkali Anda keliru bahwa aki mobil yang bermasalah dan menyebabkan mogok. Sebaliknya, immobilizer mobil Anda terganggu dikarenakan perubahan kode dan sistem yang bisa saja mengganggu sistem kelistrikan dan komponen didalamnya.

3. Gangguan Gelombang

Gangguan gelombang bisa saja terjadi secara alami dikarenakan Anda berada pada lokasi yang mengganggu transmisi gelombang. Biasanya, hal ini terjadi jika Anda memarkirkan mobil di  tempat-tempat yang dekat pemancar atau Base Transceiver Station provider telepon seluler.

Jika Anda menggunakan sisitem immobilizer, situasi ini tentu akan membuat Anda sulit untuk menstarter mobil. Solusinya adalah tetap menginjak pedal rem dan menekan tombol start engine hingga menyala.

4. Kode Kadaluarsa

Chip yang ditempelkan di remot mobil, biasanya memiliki limit. Dimana, setelah pemakaian 5 tahun kode tersebut wajib diganti.

Selain itu, pergantian kode wajib dilakukan jika remot mobil sulit merespon tindakan yang Anda perintahkan.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai immobilizer yang penting untuk Anda ketahui. Meski terbilang aman, Anda juga tentunya harus tetap berhati-hati saat meninggal mobil. Semoga bermanfaat!f

Tag : #mobil    #fitur keamanan    #otomotif    #fitur canggih    #immobilizer    #microchip    #ecu    #kunci mobil   

Baca Juga