Melihat Potensi Kali Ciliwung Condet sebagai Objek Wisata di Jakarta Timur

Penulis : M Prasetyo | Metropolitan | 06-12-2022

Suasana Pangkalan Batu Besar di Condet, Jakarta Timur yang dipenuhi sampah. (Foto: Parboaboa/M. Prasetyo)

PARBOABOA, Jakarta - Eksistensi kali Ciliwung memainkan peran penting di tengah kehidupan masyarakat ibu kota. Meski sering dituding sebagai salah satu penyebab banjir di Jakarta, kali Ciliwung masih menyimpan potensi sebagai alternatif objek wisata jika ditata dengan baik.

Sungai yang memiliki panjang mencapai 130 kilometer ini membentang dari hulu di Bogor, meliputi kawasan Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan Cisarua lalu mengalir ke hilir di pantai utara, Jakarta.

Mayoritas bantaran sungai masih berkondisi asri sehingga kerap dimanfaatkan warga untuk kegiatan pelestarian alam dan edukasi wisata seperti di wilayah Condet, Keramat Jati, Jakarta Timur.

Suara gemericik aliran air, pepohonan rindang, dan hembusan angin sepoi-sepoi menjadi alasan banyak orang untuk berhenti sejenak menikmati ketenangan di tepi kali.

Suasana tersebut tentu tak dilewatkan masyarakat untuk berkegiatan seperti memanfaatkan areal sekitar sungai sebagai tempat usaha ataupun sekedar melampiaskan hobi seperti Komunitas Memanah Tanjungan (Kometa), Padepokan Ciliwung untuk latihan seni bela diri, hingga pelatihan susur sungai bagi para relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI).

Omad, salah satu pengelola Kometa menuturkan, berbagai kegiatan positif yang dilakukan di bantaran sungai memberikan dampak kepada masyarakat dan sungai ciliwung.

"Dengan berkegiatan di bantaran sungai banyak seru nya pikiran jadi fresh, dan manfaat untuk sungainya pun ada, kita jadi rutin ngebersihin bantaran sungai Ciliwung ini,” ujar Omad kepada Parboaboa, Selasa (06/12/2022).

Kata Omad, potensi Ciliwung di Condet untuk dijadikan destinasi wisata juga cukup menjanjikan, tetapi Dinas Kebudayaan DKI belum ada rencana untuk merealisasikan potensi tersebut.

“Sampai saat ini saya bersama kawan-kawan masih berusaha melestarikan secara mandiri" tuturnya.

Ditemui terpisah, Ketua Yayasan Padepokan Ciliwung Agus Lantur mengatakan, saat ini kondisi Ciliwung sudah mulai membaik.

Lelaki yang dijadikan inspirator oleh beberapa komunitas pelestari Ciliwung itu berusaha menghidupkan potensi ciliwung terutama agar dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelaku UMKM setempat sebagai sumber pendapatan.

"Saya hanya berupaya agar masyarakat tidak meninggalkan sungainya, mengkonsepkan festival hiburan di bantaran ciliwung Festival Ciliwung saya usung agar masyarakat bisa liat kondisi sungainya sambil nonton hiburan musik dan tarian tradisional," ungkap Lantur.

Lantur bersama anggota Padepokan Ciliwung bergerak secara mandiri melakukan kegiatan susur sungai dan banyak mendirikan konservasi di beberapa bantaran sungai sebagai bentuk menjaga pelestarian sungai Ciliwung

Menurutnya, upaya pelestarian atau potensi kali Ciliwung bukan tergantung dari Dinas Kebudayaan saja, tetapi masyarakat harus ikut andil dalam menjaga kali Ciliwung.

“Kalau hanya bicara dan menyalahkan Dinas atau pemerintah ya gak akan melahirkan apa-apa peran masyarakat harus ada,” tegasnya.

Editor : -

Tag : #ciliwung    #jakarta timur    #metropolitan    #kali ciliwung    #dinas kebudayaan dki    #kometa    #ypcc   

Baca Juga