Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Selasa (06/09/2022) (Foto: Parboaboa/Andre S)

Usai Demo Buruh, Kini Giliran Mahasiswa Berunjuk Rasa di Gedung DPR

Andre | Metropolitan | 06-09-2022

PARBOABOA, Jakarta – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (06/09/2022). Mereka datang sekitar pukul 14.45, tepat setelah massa buruh membubarkan diri.

Dari pantauan Parboaboa di depan Gedung DPR RI, jumlah massa mahasiswa tersebut tidak sebanyak buruh, sehingga polisi tidak melakukan rekayasa lalu lintas. Namun mereka mulai merapatkan barisan guna melakukan penjagaan terhadap aksi mahasiswa.

Dipandu dengan orator dari mobil komando, ratusan massa HMI itu berjalan ke arah gerbang utama DPR RI. Mereka turun ke jalan memakai ikat kepala berwarna hijau. Sejumlah bendera HMI juga dikibarkan dari atas mobil komando.

Para mahasiswa menolak keras kebijakan pemerintah soal kenaikan harga BBM. Sebab, mereka menganggap bahwa pemerintah tidak memikirkan nasib rakyat yang memiliki ekonomi rendah.

“Kami Himpunan Mahasiswa Islam dengan tegas menolak kenaikan harga BBM. Kenapa? Karena dalam situasi hari ini pemerintah dianggap sangat tidak pro terhadap rakyat yang tertinggal. Hidup mahasiswa, hidup buruh, hidup rakyat Indonesia,” ucap orator di atas mobil komando.

Dalam aksinya, mereka juga menuntut transparansi pemerintah mengenai penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Soroti Ibu Kota Nusantara (IKN)

HMI juga mempertanyakan soal proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang mulus-mulus saja, sementara kepentingan rakyat yang paling utama malah diabaikan.

“Kalau benar bahwa subsidi BBM yang katanya tembus 500 trilun lebih, bahkan dikhawatirkan sampai di angka 700 triliun. Kalau itu benar, maka mengapa proyek IKN masih berjalan?,” ucap Raihan Aritama di Senayan.

“Mereka (pemerintah) cuek terhadap apa yang menjadi tuntutan masyarakat. Di saat angka inflasi hancur, mereka malah menaikkan BBM. Hal itu justru menunjukkan kegagalan pemerintahan Jokowi," ucap orator lainnya di hadapan mahasiswa.

"Kami di sini menolak kebijakan-kebijakan keliru yang dilakukan pemerintah," lanjut orator.

Bakar Sampah

(Foto: Parboaboa/Andre S)

Tak hanya menyampaikan aspirasi, para pendemo yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Islam ini juga mengumpulkan sampah-sampah yang ada di sekitar gerbang depan Gedung DPR RI dan kemudian membakarnya.

“Sampah-sampah yang ada di depan gerbang DPR maupun sampah-sampah yang ada di dalam sana (Gedung DPR) haruslah dibakar di depan sini (mobil komando),” ujar orator.

Tindakan tersebut dilakukan sebagai pertunjukan yang menggambarkan kekecewaan para mahasiswa terkait keputusan pemerintah menaikkan harga BBM.

Jelang akhir demo, Anggota DPR RI Komisi VII keluar dari gedung menjumpai massa mahasiswa yang masih sibuk menyampaikan pendapatnya. Mereka diketahui berasal dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang walk out atau keluar dari ruangan di tengah agenda rapat paripurna DPR RI. Hal itu dilakukan untuk memprotes kenaikan harga BBM.

Tidak hanya itu, PKS bahkan menunjukkan kertas yang bertuliskan "PKS Menolak Kenaikan harga BBM" dan berjalan keluar ruang sidang paripurna sambil menyerukan tolak kenaikan harga BBM.

"Tidak ada kesepakatan di  Komisi VII. Kenaikan BBM ini terlalu banyak alasan untuk ditolak," ucap Nurhasan Zaidi, anggota DPR RI dari fraksi PKS, Selasa (6/9).

Tag : #bbm    #demo    #metropolitan    #hmi    #apbn    #ikn    #dpr ri    #senayan   

Baca Juga