Ilustrasi JD.ID (dok Celebrities.id)

JD.ID, Zenius, dan LinkAja Konfirmasi Mengenai Penyebab PHK Karyawan

Rini | Ekonomi | 28-05-2022

PARBOABOA, Jakarta - Badai pemecatan karyawan di perusahaan-perusahaan start-up Indonesia terus bergulir. Dalam sepekan ini sudah ada 3 perusahaan yang dikonfirmasi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Ketiga perusahaan itu yakni e-commerce JD.ID, perusahaan keuangan digital LinkAja, dan perusahaan startup teknologi edukasi Zenius.

1. Pemecatan Karyawan Zenius

Kabar pemecatan karyawan ini pertama kali datang dari Zenius. Perusahaan teknologi edukasi ini dikabarkan telah menghentikan 200 orang karyawannya.

Tak hanya sekedar isu, pihak manajemen perusahaan pun buka suara dan membenarkan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawan.

Pihak Zenius mengaku sedang mengadapi masalah ekonomi yang buruk, sehingga pemecatan harus dilakukan demi mempertahankan perusahaan kedepannya.

"Untuk beradaptasi dengan dinamisnya kondisi makro ekonomi yang memengaruhi industri, Zenius perlu melakukan konsolidasi dan sinergi proses bisnis untuk memastikan keberlanjutan. Setelah melalui evaluasi dan review peninjauan ulang komprehensif, Zenius mengumumkan bahwa lebih dari 200 dari karyawan harus meninggalkan Zenius," ujar manajemen Zenius, dikutip Sabtu (28/5).

Namun perusahaan berjanji akan memberikan hak-hak karyawan yang telah di PHK, sesuai dengan aturan undang undang yang berlaku.

"Selama proses transisi, perusahaan berkomitmen untuk memastikan semua hak dan dukungan yang dibutuhkan karyawan terdampak terpenuhi sebagaimana mestinya," pungkasnya.

2. Pemecatan Karyawan LinkAja

 Setelah Zenius, perusahaan keuangan digital PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) atau LinkAja juga diterpa isu pemecatan massal karyawan.

Mengenai hal ini, pihak manajemen juga buka suara dan mengkonfirmasi kabar yang beredar.

Head of Corporate Secretary Group LinkAja Reka Sadewo mengatakan, PHK ini dilakukan karena saat ini perusahaan sedang melakukan penyesuaian bisnis.

“Sebagai sebuah perusahaan start up yang terus berkembang pesat, LinkAja diharapkan terus bisa agile dan adaptif dalam melakukan penyesuaian bisnis untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang sehat, positif dan optimal," jelas Reka.

Tak bisa dihindari, penyesuaian di anak usaha Telkom ini juga dilakukan di bidang SDM.

Penyesuaian SDM ini dilakukan agar kedepannya perusahaan dapat bertumbuh secara optimal, dengan ditopang oleh pilar SDM yang efisien dan sesuai dengan fokus dan target perusahaan.

Meski tidak menyebutkan jumlah karyawan yang diberhentikan, pihak LinkAja memastikan akan mengikuti dan mematuhi aturan dan regulasi yang telah ditetapkan pemerintah.

Sementara itu, ia memastikan bisnis LinkAja beroperasi seperti biasa. Dengan demikian, penyesuaian jumlah SDM tak akan mempengaruhi layanan LinkAja kepada pengguna.

3. Pemecatan Karyawan JD.ID

Isu pemecatan juga menerpa perusahaan e-commerce JD.ID.

Melalui keterangan resmi, JD.ID mengkonfirmasi pemecatan karyawan yang terpaksa dilakukan perusahaan.

Director of General Management JD.ID Jenie Simon mengatakan, perusahaan saat ini sedang melakukan restukturasi usaha agar JD.ID dapat terus beradaptasi dan selaras dengan dinamika pasar dan tren industri di Indonesia.

"Perusahaan juga melakukan pengambilan keputusan seperti tindakan restrukturisasi, yang mana di dalamnya terdapat juga pengurangan jumlah karyawan," ujar Jenie Simon, Jumat (27/5).

Dengan pengambilan keputusan tersebut, Jenie memastikan bahwa JD.ID akan patuh akan patuh dan tunduk terhadap regulasi ketenagakerjaan sesuai dengan peraturan pemerintah, dan akan memperlakukan dan memberikan hak karyawan, sebagaimana mestinya.

Tag : #phk    #startup    #ekonomi    #zenius    #link aja. jd id    #pemecatan karyawan   

Baca Juga