Ilustrasi Tindakan Impulsif (Dok: smallbusinessify.com)

Punya Perilaku Tak Terkontrol? Waspada Gejala Impulsif!

Mei | Kesehatan | 27-06-2022

PARBOABOA - Pernahkah kamu mendengar kata impulsif? Impulsif sendiri dapat diartikan sebagai sikap atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang tanpa pikir panjang terlebih dahulu dan cenderung spontanitas.

Sikap atau tindakan ini biasanya dialami oleh anak-anak karena mereka belum sepenuhnya mengerti cara untuk menyalurkan emosi atau meredam dorongan (impuls) yang dirasakannya.

Namun faktanya, hampir semua orang pernah melakukan sikap atau tindakan impulsif disuatu waktu. Misalnya saja, ketika seseorang yang ada di mall yang mendadak ingin berbelanja banyak padahal sudah berjanji untuk bertindak lebih hemat. Nah, itu merupakan contoh kecil dari tindakan impulsif yang masih bisa dimaklumi. Akan tetapi dampak negatif dari hidup boros lama kelamaan juga akan terasa.

Akan tetapi, bagaimana jadinya jika tindakan atau sikap impulsif yang kita lakukan membawa dampak negatif bagi diri sendiri dan juga orang lain?

Lantas, apa sebenarnya penyebab terjadinya tindakan impulsif? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk simak penjelasan berikut untuk mengetahui jawabannya.

Pengertian Impulsif

Menurut Campbell dan Werry (1986), impulsif adalah “Perilaku yang cenderung merusak dan tidak terkontrol akibat tindakan yang dilakukan tanpa memikirkan konsekuensinya terlebih dulu”.

Biasanya perilaku tersebut adalah bentuk respons emosional pelaku terhadap kejadian yang dialami pada masa lalu.

Di samping itu, Rook (1987) berpendapat bahwa pengertian impulsif adalah “Perilaku pembelian yang terjadi ketika adanya dorongan secara tiba-tiba, kuat, dan keinginan membeli sesuatu dengan segera”.

Biasanya, tindakan impulsif ini baru akan disebut sebagai gangguan psikologis apabila sikap sudah mulai sangat sulit dikendalikan secara sadar.

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa sebenarnya penyebab seseorang mengalami perilaku impusif.

Namun, terdapat beberapa kondisi psikologi yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan yang masuk dalam kategori impulsif, beberapa diantaranya adalah :

  1. BPD (Borderline personality disorder)
  2. ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder)
  3. Bipolar
  4. Kleptomania
  5. Penyakit Parkinson

Gejala Impulsif

Setelah mengetahui impulsif artinya adalah tindakan atau gerakan yang cenderung spontan dan tanpa pikir panjang, maka kali ini kita membahas mengenai apa sih sebenarnya gejala dari perilaku ini?

Biasanya tindakan yang impulsif dapat dilihat dari beberapa tanda atau gelaja, beberapa diantaranya adalah bertindak secara spontan, tidak mempertimbangkan dampak dari tindakannya terhadap diri sendiri dan orang lain, dan hanya memikirkan kondisi saat ini dan tidak memikirkan dampak tindakannya dalam jangka panjang.

Berikut ini tanda-tanda perilaku impulsif, beserta contohnya.

  1. Cenderung melakukan hal-hal yang sifatnya memanjakan diri, seperti berbelanja, berjudi, dan makan makanan di tempat yang mahal.
  2. Suka untuk menghancurkan barang-barang disaat sedang merasa emosi.
  3. Terlalu sering melebihkan segala sesuatunya, mulai dari masalah kecil yang dibesar-besarkan hingga mendahulukan hal yang tidak penting.
  4. Cenderung lebih suka marah dan hilang ketenangan sampai pengendalian diri, bahkan untuk masalah yang sepele sekalipun.
  5. Sangat suka melakukan kekerasan fisik secara mendadak dan kerap bereaksi secara berlebihan terhadap suatu hal yang terjadi.

Penyebab Tindakan Impulsif

Tindakan impulsif merupakan sebuah kasus yang cukup berkaitan dengan perhatian dan perilaku aktif, sehingga cenderung tidak ditemukan penyebab pasti dari situasi yang satu ini.

Akan tetapi, beberapa ahli beranggapan bahwa terdapat faktor yang memicu seseorang untuk berperilaku impulsif, seperti :

  1. Sifat yang cenderung hiperaktif.
  2. Temperamental
  3. Pengaruh lingkungan keluarga.
  4. Gender
  5. Karakteristik orang tua

Cara Mengendalikan Perilaku Impulsif

Pada dasarnya, pengendalian tindakan impulsif dapat kamu lakukan dengan menyesuaikan pada apa yang menjadi penyebab hal itu sendiri terjadi.

Dari beberapa kasus yang terjadi, orang yang melakukan tindakan ini mungkin saja memang tidak bersalah.

Namun, apabila hal tersebut sudah sampai menjadi kebalikannya, maka kalian dapat melakukan tindakan ini untuk mengendalikan sikap yang impulsif.

  1. Penanganan secara mental melalui skenario yang potensial dan berlatih untuk berhenti dan berpikir sebelum bertindak.
  2. Berurusan langsung dengan perilaku impulsif Anda dengan cara mempersulit diri untuk berpesta, berbelanja secara royal, atau terjun langsung ke dalam berbagai situasi yang biasanya dapat memancing perilaku impulsif.
  3. Belajar untuk menahan diri dalam setiap kondisi yang sedang kalian hadapi. Dalam hal ini kalian dapat belajar untuk meyakinkan niat terlebih dahulu untuk berubah menjadi lebih baik. Kemudian, kalian dapat berusaha sebisa mungkin untuk menahan diri dan memikirkan konsekuensi dari tindakan Anda secara matang.
  4. Jika diperlukan, kalian dapat meminta bantuan seorang psikolog untuk mendapatkan sebuah terapi yang dapat membantu kalian mengatasi masalah ini. Kalian dapat mencoba sebuah terapi yang disebut dengan cognitive behavioral therapy (CBT), bentuk terapi psikologi ini akan membantu kalian dalam menentukan pemicu perilaku Anda dan mengatur strategi untuk merespon pemicu tersebut.
  5. Selain dengan bantuan seorang psikolog, kalian juga dapat mengkonsumsi beberapa jenis obat tertentu, seperti antidepresan, atypical neuroleptics, obat anti epilepsy dan mood stabilizer. Namun harus tetap sesuai dengan anjuran dokter ya.
Tag : #impulsif    #perilaku    #kesehatan    #kesehatan mental   

Baca Juga