Harga Cabai Merah Turun, Sibolga Sumbang Deflasi 0,05 Persen

Penulis : Krisna | Daerah | 05-12-2022

Harga Cabai Merah Turun, Sibolga Sumbang Deflasi 0,05 Persen Per November 2022 (Foto:Parboaboa/Felix)

PARBOABOA, Sibolga - Provinsi Sumatra Utara (Sumut) menyumbang deflasi sebesar 0,05 persen pada November. Berdasarkan Tiga kota sampel Indeks Harga Konsumen (IHK) di wilayah kerja Kantor Perwakilan Indonesia serentak mengalami deflasi per November 2022.

Diantaranya, kota Sibolga mengalami deflasi 0,05 persen (mtm), Padangsidimpuan deflasi 0,27 persen (mtm) dan Kota Gunungsitoli deflasi 0,37 persen (mtm).

Kepala KPw BI Sibolga Yuliansyah Andrian menjelaskan, terjadinya deflasi di tiga kota IHK tersebut secara umum dipicu oleh adanya penurunan harga kelompok makanan dan minuman, terutama komoditas pangan stategis seperti cabai merah, cabai hijau dan cabe rawit.

Ketiga komoditas bumbu dapur primadona masyarat serentak mengalami penurunan harga, sejalan dengan terjaganya jumlah pasokan di pasar. Hal ini juga di dukung karena meningkatnya hasil panen pada beberapa daerah sentra produksi.

“Kenaikan daging ayam ras dan beras ditengarai menjadi komoditas yang memiliki andil inflasi di Kota Sibolga dan Padangsidimpuan. Sedangkan di Kota Gunungsitoli, andil inflasi diperbaharui tarif angkutan udara,” tutur Yuliansyah di Sibolga, Minggu (4/12/2022) lalu.

Yuliansyah menerangkan, terjadinya kenaikan harga daging ayam ras di Kota Sibolga dan Kota Padangsidimpuan, didorong oleh lonjakan harga pakan ternak yang masih berlangsung.

“Harga beras juga masih mengalami gejolak yang dipengaruhi oleh penurunan produksi beras nasional, disamping meningkatnya biaya produksi,” jelasnya.

Kemudian, dia menjelaskan perkembangan inflasi di ketiga kota IHK yang berada di wilayah kerjanya tersebut. Diketahui, kota Sibolga mengalami deflasi 0,05 persen (mtm), komoditas pemicunya, cabai merah 0,31 persen, bawang merah 0,07 persen dan kelapa 0,05 persen.

“Sedangkan komoditas yang memiliki andil inflasi di antaranya, daging ayam ras sebesar 0,06 persen, ikan kembung 0,06 persen dan sabun cuci batangan 0,04 persen. Secara tahun kalender, Kota Sibolga mengalami inflasi sebesar 4,92 persen (ytd) dan secara tahunan inflasi sebesar 5,09 persen (yoy),” terangnya.

Selai itu, kota Padangsidimpuan juga mengalami deflasi sebesar 0,27 persen (mtm), komoditas pemicunya, cabai merah 0,07 persen, cabai hijau 0,04 persen dan ikan mas 0,03 persen. Sedangkan komoditas penyumbang inflasi di antaranya, emas perhiasan 0,05 persen, beras 0,02 persen dan pisang 0,02 persen.

“Secara tahun kalender, Kota Padangsidimpuan mengalami inflasi sebesar 5,73 persen (ytd) dan secara tahunan mengalami inflasi 6,10 persen (yoy),” katanya.

Kota Gunungsitoli juga mengalami deflasi sebesar 0,37 persen (mtm), dengan komoditas pemicu cabai merah 0,53 persen, cabai rawit 0,08 persen dan ikan kembung 0,01 persen.

Sementara itu, lanjut dia, tarif angkutan udara juga mengalami alih posisi sebagai penyumbang inflasi di Kota Gunungsitoli sebesar 0,08 persen, disusul dengan ikan kakap merah 0,03 persen dan mainan anak 0,03 persen.

“Secara tahun kalender, Kota Gunungsitoli mengalami inflasi sebesar 3,87 persen (ytd) dan secara tahunan inflasi sebesar 4,52 persen,” pungkasnya.

Editor : -

Tag : #deflasi    #harga cabai merah    #daerah    #inflasi    #sibolga    #sumatra utara   

Baca Juga