Gusi Turun (Resesi Ginggiva): Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya!

Jesika | Kesehatan | 24-01-2023

Gusi Turun/Resesi Ginggiva (Foto: audydental.com)

PARBOABOA - Resesi gingiva atau yang dikenal dengan sebutan gusi turun adalah kondisi kerusakan gigi karena mengalami penurunan yang mengarah ke arah akar gigi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan adanya celah atau kantong di antara gusi dan gigi yang membuat bakteri dan kotoran menumpuk.

Kondisi gusi turun juga dapat membuat kamu lebih rentan terhadap berbagai masalah gigi, bahkan, berpotensi menyebabkan gigi copot. Umumnya penyakit gigi ini dapat menimbulkan rasa ngilu ketika mengkonsumsi makanan dan minuman yang dingin atau hangat.

Bahkan rasa ngilu juga bisa dirasakan penderitanya ketika area yang mengalami resesi ginggiva terpapar angin. Selain itu, gusi turun juga sangat menganggu penampilan dan perbuahan warna gigi. Penderita Gusi turun atau resesi gingival sering ditemukan pada orang dewasa khusunya mereka yang berusia diatas 50 tahun. Sedangkan pada anak-anak, jarang ditemukan kasus penurunan gusi.

Nah, untuk mengenal lebih jauh tentang gusi turun atau resesi gingival, Yuk simak pembahasan lebih lanjut di artikel ini!

Penyebab Gusi Turun

Dilansir dari WebMD berikut ini beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya penurunan gusi.

  • Masalah Gigi, seperti penumpukan plak, gigi yang tidak sejajar
  • Penyakit periodontal, infeksi bakteri yang menghancurkan jaringan gusi dan tulang pendukung yang menahan posisi gigi.
  • Gingivitis atau radang gusi, penyakit gusi yang umum dan dapat menyebabkan gusi teriritasi, memerah, bengkak, berdarah, dan merosot.
  • Genetik, Kemungkinan beberapa orang lebih rentan mengalami penyakit gusi terlepas dari seberapa baik mereka merawat gigi dan gusinya.
  • Perubahan hormonal, seperti pada masa pubertas, kehamilan, dan menopause juga dapat menyebabkan gusi menjadi lebih sensitif dan rentan mengalami gusi turun.
  • Perawatan gigi yang tidak memadai, seperti menggunakan obat kumur atau menyikat gigi dan flossing dengan tidak tepat.
  • Menggunakan produk tembakau
  • Penggunaan produk tembakau seperti merokok dapat menyebabkan gigi turun akbiat plak yang lengket dan menempel pada gigi
  • Kebiasaan menggertakkan gigi, terlalu banyak kekuatan pada gigi dapat mengakibatkan gusi turun.
  • Tindik di bibir ataulidahm perhiasan di area mulut dapat menguras gusi serta membuat jaringan gusi menjadi tipis.

Gejala Gusi Turun

Berikut gejala-gejala umum dari gusin turun, yaitu:

  • Gusi bengkak dan memerah
  • Bau mulut
  • Gusi berdarah setelah menyikat gigi atau flossing
  • Akar gigi terlihat
  • Gigi goyang
  • Gigi sensitif terhadap dingin dan panas
  • Perubahan penampilan gigi seperti tampak lebih panjang atau merenggang
  • Perasaan akan kehilangan gigi

Cara Mengatasi Gusi Turun

1. Sikat gigi dengan lembut

Jangan menyikat gigi terlalu keras dan dengan cara yang salah, hal ini bisa mengikis email gigi dan memabahayakan gusi. Pilihlah sikat gigi berbulu lembut  yang dapat menjangkau dan membersihkan hingga ke sela gigi.

2. Bersihkan gigi dengan maksimal.

Pastikan tidak ada sisa makanan yang tersisa di sela gigi dan gusi untuk menghindari infeksi. Kamu bisa coba menggunakan dental floss.

Gosoklah gigimu selama dua menit, pastikan seluruh permukaan gigiterjangkau sempurna, mulai dari area depan, tengah, sampai belakang rahang atas dan bawah. Waktu terbaik untuk menggosok gigi adalah pagi setelah sarapan, siang  hari, dan malam sebelum tidur. Jika dilakukan secara rutin dan disiplin, kebiasaan diatas bisa menjaga kesehatan gusi secara signifikan.

3. Konsultasi ke dokter gigi

Jika kamu merasakan gejala-gejala gusi turun, segera konsultasi ke dokter gigi, Jangan biarkan terlalu lama, karena resei gigi yang parah akan semakin sulit ditangani

Dalam kasus yang ringan, tindakan untuk mengastsi gusi turun adalah scarling dan root planning.  Untuk mengatsi gigi yang sensitif, dokter gigi bisa melakukan penambalan dan dilanjutkan dengan penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Kamu juga diwajibkan untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut secara rutin.

Sementara itu, dalam kasus yang lebih serius dokter akan menganjurkan kamu untuk melakukan prosedur bedah gusi yang dikenal dengan istilah connective tissue graft.

Nah, demikianlah informasi terkait gusi turun atau resesi gingiva. Semoga penjelasan kami bermanfaat untuk kamu!

Tag : #resesi gingiva    #gusi turun    #kesehatan    #penyakit gigi    #kerusakan gigi    #penyakit   

Baca Juga