Gejala dan Cara Mencegah Pneumonia Pada Anak Menurut WHO

Krisna | Kesehatan | 12-11-2022

Gejala dan Cara Mencegah Pneumonia Pada Anak Menurut WHO (Foto: Kompas)

PARBOABOA, Jakarta - Pneumonia adalah penyakit terkait saluran pernapasan yang menjadi momok bagi anak-anak karena dapat mengakibatkan kematian. Pneumonia menyebabkan kematian anak balita nomor satu dunia. Untuk itu, WHO membagikan beberapa cara mencegah pneumonia yang perlu orangtua ketahui.

Diketahui sudah lebih satu juta anak meninggal karena pneumonia setiap tahunnya atau setiap menit ada 2 anak yang meninggal karena penyakit ini.

Ketika seorang anak menderita pneumonia, kantung-kantung udara di paru-paru (alveoli) dipenuhi dengan nanah dan cairan yang membuat pernapasan terasa sakit.

Jika paru-paru dipenuhi dengan nanah dan cairan juga membatasi asupan oksigen sehingga jika tidak ditangani dapat menyebabkan pasien meninggal dunia.

Gejala Pneumonia Pada Anak

Orangtua mungkin tidak menyadari bahwa anaknya menderita pneumonia. Hal itu terjadi karena beberapa gejala pneumonia mirip dengan gangguan pernapasan lain.

Walaupun begitu, kita harus hati-hati beberapa gejala yang dialami dan segera bawa si kecil ke falisitas layanan kesehatan.

Berikut gejala pneumonia pada anak yang perlu kalian ketahui:

1. Batuk tak kunjung reda

2. Demam

3. Nafas cepat disertai cekungan di dinding dada

4. Sesak nafas

5.Mengi

6. Dada sakit, terutama ketika batuk atau mengambil nafas dalam-dalam

7. Muntah dan Diare

Cara Mencegah Pneumonia Menurut WHO

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan beberapa cara mencegah pneumonia pada anak, anta lai:

1. Vaksinasi terhadap infeksi yang disebabkan kuma Hib

Di Indonesia disebut dengan DPT-HB-HIB untuk mecegah 6 penyakit, yakni Difteri, Pertusis, Tetanus, Hepatitis B, serta Pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak).

2. Vaksin Pneumonia Pneumococcus Counjugated Vaccine (PVC)

Imunisasi PVC akan memberikan perlindungan yang efektif untuk bayi dan anak-anal terhadap penyakit pneumonia atau disebut rada parau-paru akibat infeksi bakteri pneumokokus.

Untuk saat ini, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan memberikan imunisasi PCV pada anak secara gratis.

Pelayanan imunisasi PVC itu dilakukan di posyandu, puskesmas, maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya seperti rumah sakit, klinik, praktik mandiri dokter, praktik manidri bidan, dan fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang memberikan layanan imunisasi.

Imunisasi PCV diberikan sebanyak 3 dosis. Dosis pertama pada usia 2 bulan, dosis kedua usia 3 bulan dan dosis ketiga pada usia 12 bulan. Vaksin digunakan aman dan telah direkomendasikan oleh WHO serta telah lulus uji BPOM.

3. Mencukupi Nutrisi Anak

WHO merekomendasi agar bayi menerima ASI eksklusif (minimal 6 bulan dan 2 tahun) untuk membentuk imunitas agar terhindar dari berbagai penyakit termasuk pneumonia.

Who juga memberikan saran agar anak-anak mendapatkan makanan dan pendamping ASI (MPASI) yang adekuat, tepat dan aman.

4. Menjaga Lingkungan Si Kecil Agar Tetap Bersih

Bagi orangtua disarankan untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan terhindar dari polusi udara asap rokok, asap pembakaran sampah dan lain sebagainya.

Kemudian selalu memantau kebersihan rumah adalah kunci agar anak-anak dan anggota keluarga lainnya terhindar dari berbagai penyakit.

Itulah cara mencegah pneumonia menurut WHO yang perlu kita ketahui dan semoga dapat bermanfaat bagi kita!

 

Tag : #who    #radang paru akut    #kesehatan    #pneumonia    #kemenkes   

Baca Juga