Benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk adalah Asia dan Eropa (Foto: act-global.org)

Mengenal Dua Benua yang Pertambahan Penduduknya Lebih Banyak Karena Migrasi Masuk

Andre | Pendidikan | 13-07-2022

PARBOABOA - Migrasi adalah salah satu faktor yang meningkatkan jumlah penduduk di suatu wilayah atau negara. Berdasarkan laporan Departemen Ekonomi dan Sosial Divisi Kependudukan PBB, benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk adalah Asia dan Eropa.

Kedua benua ini terkenal dengan negara-negara penerima migran internasional karena perekonomian mereka yang stabil dan mempunyai pendapatan per kapita yang cukup besar.

Pada tahun 2017, Asia menjadi penampung migran internasional terbesar dengan jumlah mencapai 80 juta jiwa, diikuti oleh Eropa sebesar 78 juta, dan Amerika Utara sebanyak 58 juta.

Di sisi lain, Eropa juga menjadi salah satu rumah terbesar bagi migran internasional. Bahkan baru-baru ini, Eropa menghadapi gelombang migrasi besar-besaran dari Timur Tengah dan Afrika akibat krisis pangan yang diperparah oleh perang di Ukraina.

Migrasi di Asia

Ribuan orang China melakukan migrasi massal (Foto: asianews.it)

Benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk adalah Asia. Bukan tanpa alasan, hal ini dikarenakan Asia merupakan benua terbesar dan terpadat di dunia.

Asia sendiri memiliki beberapa negara yang termasuk dalam peringkat atas negara dengan populasi terbanyak di dunia, yaitu Cina, India, dan Indonesia.

Meskipun pada saat ini Cina memiliki populasi penduduk terbesar, tetapi gelar itu akan direbut oleh India pada tahun 2023, seperti yang diumumkan oleh PBB.

PBB juga mengatakan, bahwa pada November 2022, jumlah penduduk di bumi akan mencapai 8 miliar jiwa. Nah, Asia sendiri kini dihuni oleh 4,7 miliar jiwa atau sekitar 61 persen dari total penduduk di bumi.

Banyak orang yang memilih benua Asia karena wilayahnya yang luas sehingga mempermudah mobilisasi. Selain itu, tersedia banyak lahan yang dapat digunakan untuk membangun usaha dan pastinya memiliki pangsa pasar yang besar.

Lagi pula, kebanyakan negara-negara di Asia masih berkembang, sehingga mudah digunakan sebagai alat penanaman investasi.

Migrasi di Eropa

Eropa sudah dibanjiri para migran sejak dahulu (Foto: Getty Images/Dan Kitwood)

Eropa sebagai benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk adalah hal yang sudah berlangsung sejak lama. Benua ini memiliki sejarah penerima imigran manusia sejak Perang Dunia ke-2.

Menurut data dari Robinson, W. Courtland penulis buku Terms of Refugee terbitan UNHCR, sebanyak 46.348 warga Vietnam mengungsi di Perancis, sementara 28.916 warga Vietnam lainnya mengungsi ke Jerman.

Saat itu, Inggris menampung 24.267 imigran Vietnam, sementara Belanda menampung 11.546 imigran. Negara-negara seperti Norwegia, Swiss, Swedia, Denmark dan Belgia menampung sekitar 5.000-10.000 pengungsi.

Sebagian besar para imigran Vietnam memilih untuk kembali ke negara asal ketika perang telah berakhir, sementara sebagian lainnya memilih bermukim di Eropa dan AS.

Eropa kembali dilanda migrasi manusia besar-besaran ketika Perang Yogoslavia, yang berlangsung sejak 1991, berujung pada munculnya sejumlah negara baru pecahan Yugoslavia beberapa tahun setelahnya; Makedonia, Slovenia, Kroasia, dan Bosnia Herzegovina, lalu menyusul Serbia, Montenegro dan Kosovo.

Saat perang meletus, sebanyak 1,1 juta warga Bosnia dan Herzegovina kehilangan tempat tinggal, sementara ratusan ribu lainnya mengungsi. Jerman menampung 345 ribu pengungsi, sementara Austria menampung 80 ribu pengungsi.

Negara lain, seperti Inggris, Swedia, Swiss, Belanda, Denmark dan Perancis menampung imigran 10 ribu hingga 60 ribu pengungsi.

Apalagi, lonjakan terparah terjadi ketika ratusan ribu imigran melarikan diri dari negara-negara konflik seperti Suriah, Irak, dan negara-negara Sub Sahara.

Data dari badan pengungsi PBB, UNHCR 2015, sekitar 366 ribu imigran telah melewati Laut Mediterania menuju Eropa.

Eropa menjadi benua dengan daya tarik besar bagi para imigran karena menjanjikan kehidupan yang lebih baik daripada negaranya sendiri. Belum lagi, benua Eropa sangat mudah dijangkau, baik dari jalur darat, air, maupun udara.

Dan salah satu negara di Eropa yang sangat terbuka terhadap penerimaan imigran adalah Jerman. Bahkan, hampir 30 persen penduduk di Jerman punya latar belakang migrasi.

Ya! Itu karena Jerman memiliki daya tarik sangat kuat bagi para pengungsi karena tiga pilar penting, yaitu demokrasi kuat, sejarah panjang penerimaan imigran, dan stabilitas ekonomi.

Demikian pembahasan menarik mengenai dua benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk.

Tag : #benua    #migrasi    #pendidikan    #asia    #eropa    #benua yang pertambahan penduduknya lebih banyak karena migrasi masuk   

Baca Juga