Pemukiman warga di Nagori Pamatang Simalungun (dok Parboaboa)

Daya Listrik di Jalan Mawar Ujung Pamatang Simalungun Kurang, Warga Minta Aparat Desa Segera Bertindak

Rini | Daerah | 22-06-2022

PARBOABOA, Simalungun – Hingga tahun 2022 ini, masih ada saja daerah yang belum dapat menikmati listrik sepenuhnya.

Seperti yang dialami masyarakat yang tinggal di Jalan Mawar Ujung, Nagori Pamatang Simalungun, Kabupaten Simalungun.

Saat ditemui tim Parboaboa, Selasa (21/6), B Harahap seorang warga Nagori Pamatang Simalungun menceritakan mengenai dampak dari minimnya aliran listrik ke kehidupan mereka.

Dalam kegiatan sehari-hari, Harahap mengatakan mereka terpaksa mengurangi penggunaan barang-barang elektronik. Sebab untuk menghidupkan lampu saja, daya yang diterima tidak cukup, terutama untuk rumah penduduk yang berada di ujung desa.

Harahap mengatakan, masalah listrik ini terjadi karena awalnya daerah tersebut merupakan lahan pertanian yang hanya dihuni oleh lima kepala keluarga saja. Sehingga daya listrik yang disediakan PLN untuk daerah tersebut memang kecil.

Namun seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk di kawasan tersebut semakin bertambah, tetapi pasokan daya listrik yang mengalir tidak mengalami peningkatan.

“Kalau mengingat sejarahnya, ini dulunya swadaya. Masyarakat disitu hanya kira-kira 5 KK lah, jadi kalau daya segitu untuk 5 KK masih mencukupi. Cuma karena ini termasuk wilayah perluasan kawasan Simalungun, jumlah penduduknya semakin bertambah dan daya sebelumnya tidak mencukupi lagi,” ujar B.Harahap.

Minimnya listrik tersebut membuat masyarakat kesulitan untuk mendapat air bersih, sebab untuk menghidupkan mesin pompa air masyarakat tidak bisa.

“Ya banyak dampaknya, terutama masalah air bersih karena di sini belum ada PDAM, masyarakat masih menggunakan sumur bor. Namun tidak berfungsi karena minimnya daya listrik. Jadi kekurangan air bersih lah,” tambahnya.

Selain B.Harahap, warga lainnya berharap masalah pasokan daya listrik ke pemukiman tersebut dapat segera diselesaikan.

“Maunya sih, pihak PLN menambahkan daya listrik, biar setiap harinya tidak kekurangan. Mau hidupkan air saja, cek listrik dulu, mau masak saja satu sampai dua jam dulu baru masak. Itulah kayak mana mau dibilang, sampai sanyo air aja rusak, kulkas rusak, kan harus mengeluarkan duit lagi memperbaikinya itu,” ujar Rika, warga lainnya yang ditemui tim Parboaboa.

Tanggapan Pengurus Nagori Setempat

Terkait hal ini, Marjono, Gamot setempat mengatakan bahwa masalah daya listrik ini sedang dalam proses pengurusan ke PLN.

“Kami sudah ajukan ke pihak yang memiliki wewenang, seperti PLN kabupaten. Cuma sampai sekarang belum ada,” ujarnya.

Marjono mengatakan lambatnya proses penambahan daya listrik ke nagori tersebut karena dibutuhkan biaya hingga miliaran rupiah untuk menambah trafo listrik.

“Kalau bisa ya penambahan Trafo, cuma ya untuk pengadaan itu pasti mahal milyaran. Kita juga sudah menyurati PLN pusat, sebab dari kabupaten bilang itu melalui pusat dulu baru terlaksana,” ujar Marjono selaku Gamot.

Marjono menambahkan, sebelumnya warga sekitar telah melakukan tanda tangan proposal pengajuan ke pihak Bupati Kabupaten Simalungun terkait permasalahan tersebut.

“Kita udah minta tanda tangan untuk proposal ke Bupati, terus tembusan ke DPRD, dan nantinya pihak mereka yang mengajukan ke PLN, saat ini hanya bisa melakukan peninjauan saja, berapa bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengadaan pasokan daya listrik tambahan di permukiman ini,” tambahnya.

Selain itu, menurutnya kemungkinan besar poposal tersebut tidak kunjung ditanggapi karena status lahan yang masih disebut lahan hijau dan belum dialihkan menjadi lahan pemukiman, sehingga sulit untuk dilakukan pengembangan.

“Pengurusan suratnya susah ya, mengingat ini kawasan hijau dulunya,” pungkasnya mengakhiri.

Sementara saat dikonfirmasi ke Pihak Pangulu melalui Sekretaris Desa Jumiati mengatakan, pihaknya belum menerima proposal dari warga jalan mawar terkait permasalahan tersebut.

“Kami hanya memproses kalau ada pengajuan proposal dari pihak mereka, tapi sejauh ini belum ada,” ujarnya kepada Tim Parboaboa.

Tanggapan Pihak PLN

Terkait masalah ini, tim Parboaboa kemudian menghubungi petugas PLN dari Unit Pelayanan gangguan Maruli Siahaan.

Maruli mengatakan belum ada laporan ke pihak PLN terkait kurangnya daya listrik ke Nagori Pamatang Simalungun ini .

Sehingga dia menganjurkan agar masalah ini dilaporkan oleh Gamot ke kantor PLN, agar penambahan daya listrik ke nagori tersebut dapat segera dilakukan.

Namun meski belum menerima laporan resmi, Maruli mengatakan pihaknya sudah melakukan peninjauan ke lapangan.

Tag : #kabupaten simalungun    #kekurangan listrik    #daerah    #pamatang simalungun    #pln   

Baca Juga