Mengenal Catcalling, Pelecehan atau Pujian? (Dok. Parboaboa.com)

Mengenal Catcalling, Pelecehan atau Pujian?

Sari | Pendidikan | 18-06-2022

PARBOABOA – Catcalling adalah sebuah peristiwa yang berkaitan dengan para remaja bahkan dewasa. Tak hanya di Indonesia, kejadian ini juga kerap terjadi di berbagai negara. Banyak orang yang tidak mengetahui bahwa dirinya menjadi korban dari perbuatan tersebut.

Lantas, apa itu catcalling? apakah tindakan ini termasuk pelecahan atau hanya pujian? Membahas fenomena tersebut, Parboaboa sudah menyiapkan informasi seputar catcalling. Langsung simak yuk, supaya Anda tidak menjadi korbannya.

Mengenal Catcalling

Mengutip dari Oxford Dictionary, catcalling adalah sebagai siulan, panggilan, dan komentar yang bersifat seksual dari seorang laki-laki terhadap perempuan yang lewat di hadapannya.

Perbuatan ini termasuk dalam pelecehan seksual yang sering terjadi di ruang publik atau street harassment. Banyak orang yang beranggapan hal ini sepele dan lazim untuk dilakukan, apalagi di negeri kita, Indonesia.

Padahal, pelecehan seksual jenis catcalling bisa menimbulkan masalah serius, karena setiap komentar atau kata yang keluar bisa memiliki arti yang berbahaya untuk psikis seseorang. Umumnya, korbannya adalah wanita, dan pelakunya sudah pasti pria.

Catcalling tidak melulu menggunakan bahasa yang kasar atau kata cabul yang menyinggung. Terkadang, bisa saja bersifat fisik atau seksual dan lebih sering dilakukan ketika laki-laki berada dalam kelompok mereka sendiri.

Catcalling adalah pujian?

Seperi yang dijelaskan di atas, bahwa fenomena ini sama sekali bukan tindakan untuk memuji, malah justru melecehkan seseorang. Sebagai contoh, ketika seseorang menyampaikan suatu pujian, di dalamnya tentu terdapat makna energi postif, namun catcalling justru menjurus untuk menciptakan energi yang negatif.

Banyak orang yang mengatakan bahwa maksud catcaller melakukan perbuatan tersebut adalah sebagai bentuk pujian terhadap korbannya, namun faktanya banyak perempuan yang merasa dirinya tidak aman.

Banyak alasan pelaku berani untuk melakukan tindakan pelecehan jenis ini, karena merasa bebas apabila dirinya semakin anonim (tidak dikenal korban). Faktor lainnya adalah korban tidak melakukan perlawanan atau disebut juga dengan bystander effect.

Dampak Catcalling

Catcalling adalah dasarnya tidak menimbulkan dampak yang besar apabila korban menerima perbuatan ini sekali. Namun, jika terus-menerus, korban akan mengalami tekanan yang buruk, terutama berkenaan dengan harga diri, citra dan kepercayaannya.

Tak hanya itu dampak catcalling yang dirasakan para korban, mereka juga menjadi pribadi yang kerap menyalahkan diri sendiri, menganggap penyebab terjadinya pelecehan itu karena kesalahannya sendiri, sehingga menciptakan suasana tidak nyaman dan aman.

Bagi para palaku, perbuatan melecehkan ini dianggap sebagai tindakan biasa dan tidak ada rasa bersalah, mereka juga menjadi orang yang terbiasa melakukan perbuatan itu. Pelaku atau disebuat juga dengan catcaller dengan rasa percaya diri menganggap hal ini sah-sah saja.

Jenis-jenis Catcalling

Supaya lebih berhati-hati ketika berada di jalan atau ruang publik, kenali ada 5 jenis catcalling adalah sebagai berikut:

  1. Catcalling berkedok pujian
  2. Pemberi nasihat
  3. Pembuat keributan
  4. Catcalling yang gampang tersinggung
  5. Perbuatan sok baik

Melawan Pelaku Catcalling

Setelah Anda mengetahu jenisnya, melawan pelaku catcalling adalah perbuatan yang harus dilakukan. berikut caranya:

1. Hindari jalan di mana ada sekelompok laki-laki yang sedang nongkrong

Seperti yang kita ketahui, bahwa perbuatan pelecehan seksual jenis ini dilakukan oleh laki-laki yang berkelompok dan cenderung anonim. Ketika mereka berkumpul, akan merasa lebih berani untuk mengganggu perempuan yang lewat sekitar mereka.

Sebisanya hindari berjalan di tengah mereka. Meskipun akan lebih jauh, tapi ini menjadi salah satu pilihan yang tepat untuk dilakukan.

2. Jalan Terus tanpa mempedulikan

Umumnya catcalling yang dilakukan si pelaku akan membuat Anda kesal. Contoh catcalling adalah ketika wanita berhijab lewat di depan catcaller, biasanya mereka akan menyeletuk “Assalamualaikum..” jika si perempuan tidak menjawab, biasanya mereka meneriaki dengan kata sombong atau bahkan jadi bahan ledekan.

3. Beri tatapan marah

Jangan takut untuk sesekali memberikan tatapan sinis atau marah ke para pelaku. Beranikan diri untuk berhenti dan tatap para pelaku catcall, untuk memberikan efek jera.

4. Tegur

Melawan mungkin akan memberikan risiko untuk Anda, apalagi jika mereka sedang bergerombol. Jelas secara jumlah korban akan kalah. Namun, cara sederhana yang bisa Anda lakukan adalah dengan menegur saat menerima pelecehan itu.

Pastikan kamu tetap percaya diri dan tidak terlihat takut. Tunjukan sikap kepada pelaku, bahwa Anda tidak menyukai perbuatan tersebut.

5. Jangan memakai perhiasan berlebih

Tindakan catcalling yang paling berat adalah berujung ke tindakan kriminal. Awalnya, si pelaku tidak ada niatan untuk menodong, contohnya. Namun, saat melihat Anda mengenakan perhiasan yang mencolok, maka bisa saja Anda menjadi incaran mereka.

Apakah Anda sudah mengetahui apa itu catcalling? atau Anda pernah menjadi korbannya? Lawan tindakan pelecehan seksual jenis ini.

Dalam sebuah wawancara dengan kompas pada, Minggu (7/2/2021), Komisioner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat menegaskan untuk melawan segala jenis tindakan pelecehan.

"Segala bentuk pelecehan seksual tak boleh dibiarkan, apalagi atas nama perbuatan iseng, bila kita ingin membangun masyarakat tanpa kekerasan," kata Rainy.

Tag : #catcalling    #pelecehan seksual    #pendidikan    #dampak    #catcaller    #bystander effect   

Baca Juga