Ilustrasi

Boeing dan Airbus Desak Pemerintah AS Tunda Peluncuran Layanan 5G

Wanovy | Teknologi | 23-12-2021

Maskapai besar di dunia, Boeing dan Airbus, mendesak pemerintah Amerika Serikat untuk menunda peluncuran layanan telepon 5G dalam pernyataannya pada Selasa (21/12) waktu setempat. Alasannya, karena layanan 5G memiliki dampak yang sangat besar terhadap industri penerbangan.

Hal itu disampaikan Chief Executive Officer (CEO) Boeing, Dave Calhoun, dan CEO Airbus Americas, Jeffrey Knittel dalam sebuah surat bersama yang dikirimkan ke pemerintahan Joe Biden belum lama ini.

Menurut mereka, layanan 5G memiliki efek negatif untuk industri penerbangan.

"Interferensi 5G dapat berdampak buruk pada kemampuan pesawat untuk beroperasi dengan aman, (serta) dapat menimbulkan dampak negatif yang sangat besar pada industri penerbangan," tulis surat tersebut, dikutip dari Reuters, Rabu (22/12/2021).

Eksekutif puncak di Boeing dan Airbus memperingatkan bahwa teknologi tersebut dapat memiliki dampak negatif yang sangat besar pada industri penerbangan.

Sebelumnya industri penerbangan dan Lembaga Penerbangan Federal AS (FAA) sudah mengajukan keberatan atas rencana dua operator seluler AS, AT&T serta Verizon untuk menggelar spektrum C-band 5G pada awal 2022.

FAA bulan ini mengeluarkan arahan kelaikan udara, yang memperingatkan gangguan 5G dapat mengakibatkan pengalihan penerbangan. Agensi berencana untuk memberikan informasi lebih lanjut sebelum 5 Januari.

Dalam surat yang disampaikan kepada Menteri Transportasi AS, Pete Buttigieg, interferensi 5G dapat berdampak buruk pada kemampuan pesawat untuk beroperasi dengan aman.

Surat itu sendiri mengutip penelitian oleh kelompok perdagangan Airlines for America yang menemukan bahwa jika aturan 5G di Administrasi Penerbangan Federal (FAA) yang berlaku pada tahun 2019 lalu, sekitar 345 ribu penerbangan penumpang dan 5.400 penerbangan kargo akan menghadapi penundaan, pengalihan, atau pembatalan.

Industri penerbangan dan FAA AS telah menyuarakan keprihatinan tentang potensi gangguan 5G dengan peralatan pesawat sensitif seperti pengukur ketinggian radio.

Dalam sebuah pernyataan di pihak Airbus, dijelaskan bahwa Airbus dan Boeing telah bekerja dengan pemangku kepentingan industri penerbangan lainnya di AS untuk memahami potensi gangguan 5G dengan altimeter radio.

"Proposal Keselamatan Penerbangan untuk mengurangi potensi risiko telah diajukan untuk dipertimbangkan ke Departemen Transportasi AS," ungkap pernyataan dari Airbus seperti yang dilansir dari BBC.

Terkait 5G, Badan Penerbangan Federal AS (FAA), dan sejumlah grup di industri penerbangan lainnya, juga memiliki pendapat yang sejalan dengan Boeing dan Airbus.

Menurut mereka, sinyal 5G bisa menganggu perangkat elektronik yang dipasang di pesawat, serta alat bantu navigasi di darat, karena sensitif terhadap interferensi sinyal lain, salah satunya adalah radio altimeter yang bisa mengukur status ketinggian pesawat.

Kini Boeing dan Airbus mendesak agar dilakukan upaya tambahan agar transmisi seluler di sekitar bandara serta area lain bisa lebih dibatasi dan tidak menggangu pesawat.

Tag : #airbus    #boeing    #airbus    #layanan 5g    #tunda sinyal 5g   

Baca Juga