Ilustrasi busi sepeda motor (Dok:cnnindonesia.com)

Berikut Cara Memilih Busi Sepeda Motor yang Tepat

Dimas | Otomotif | 19-05-2022

PARBOABOA, Jakarta – Busi merupakan salah satu komponen penting pada sepeda motor. Namun, tak sedikit para pemilik motor yang sepele terhadap komponen yang satu ini. Sebab, busi memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan komponen penting lainnya.

Busi sendiri berfungsi untuk membakar campuran udara dan bensin serta membantu melepas panas dari ruang pembakaran. Jika busi mengalami kerusakan atau soak, hal itu akan menyebabkan motor sama sekali tidak bisa berjalan.

Dengan besarnya peranan busi, sudah sepantasnya para pemilik motor memberikan perhatian khusus dalam merawat dan memilih busi pada sepeda motor.

Cara Tepat Memilih Busi Sepeda Motor

Menurut Manager Public Relations, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg Antonius Widiantoro, para pemilik sepeda motor perlu memilih busi yang tepat dan berkualitas agar memberikan kinerja maksimal pada sepeda motor.

“Pemillihan serta penggunaan busi yang tepat dan sesuai standard, dapat memaksimalkan pembakaran di dalam ruang bakar, sehingga akan meningkatkan performa mesin dan mengoptimalkan penggunaan bahan bakar dalam berkendara,”jelas Antonius Widiantoro.

Selain itu, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan sebelum Anda memilih busi pada sepeda motor, yaitu

1. Ukuran Busi

Pastikan ukuran busi terutama diameter ulir, panjang ulir dan jangkauan insulator sesuai dengan spesifikasi mesin.

Jika tidak sesuai, kemungkinan busi akan longgar, overheat, terkena endapan karbon, yang bisa membuat pengapian tidak sempurna dan bahkan bisa berujung pada kerusakan pada piston.

2. Penampilan fisik

Pastikan busi yang dipakai dalam kondisi prima dengan memperhatikan beberapa ciri fisik berikut:

  • Gasket (ring) sangat sulit dilepas
  • Metal shell lebih mengkilap karena melalui proses chromium plating Cr3
  • Ulir terminal nut lebih halus dan rapi
  • Konstruksi ujung elektroda, gap dan penyambungan pada busi harus rapih

3. Angka Panas Busi

Pastikan angka panas busi tepat dan sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraan Anda. Pasalnya, jika angka panas busi yang dipakai terlalu besar atau busi terlalu dingin, maka akan mengakibatkan pengendapan karbon pada busi anda (carbon fouling).

Sebaliknya, jika angka yang dipakai terlalu kecil atau busi terlalu panas, maka busi akan mengalami overheat dan mengakibatkan misfire (gagal pengapian).

Angka panas busi akan tertera pada model busi, contohnya pada busi NGK Iridium motor Yamaha dengan kode CR8. Huruf C merupakan kode ulir 10 mm, R artinya busi resistor, dan 8 adalah angka tingkat panas busi.

Semakin tinggi angka busi (7,8,9) maka termasuk golongan busi dingin. Sebaliknya, jika semakin rendah angkanya (di bawah 6) maka termasuk golongan busi panas.

Busi dingin memiliki insulator pendek yang cepat melepas panas, cocok digunakan pada motor dengan performa tinggi, seperti motor balap. Untuk golongan busi panas, insulator yang dimiliki lebih panjang dibanding busi dingin. Hal itu menyebabkan busi akan menjadi lebih lambat untuk melepas panas. Jadi, golongan busi panas cocok digunakan untuk motor sehari-hari

Nah, itulah seputar informasi mengenai cara memilih busi sepeda motor yang tepat. Semoga bermanfaat!

Tag : #sepeda motor    #busi    #otomotif    #kulaitas busi    #overheat    #carbon fouling   

Baca Juga